Laporkan Masalah

Penyimpangan Peran Perawat :: Studi Tentang kesesuaian peran perawat dengan Peraturan di Puskesmas Imogiri I

PURWANINGSIH, Prof.Dr. J. Nasikun

2006 | Tesis | S2 Sosiologi

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyimpangan peran perawat serta mengidentifikasi dan mengungkap faktor-faktor penyebab penyimpangan peran tersebut pasca berlakunya Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) No.1239/ tahun 2001 tentang registrasi dan praktek perawat. Metode yang dipergunakan adalah metode kualitatif, terutama pada upaya membuat deskripsi mendalam tentang harapan peran perawat, pelaksanaan peran perawat hingga pemaparan faktor-faktor penyebab penyimpangan peran perawat. Tehnik Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan penelusuran dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasca berlakunya Kepmenkes No.1239/ tahun 2001, penyimpangan peran perawat masih berlangsung. Hal itu dibuktikan dengan masih langgengnya kegiatan pengobatan yang dilakukan secara mandiri oleh perawat puskesmas, penyelenggaraan praktek swasta perawat tanpa disertai perijinan sesuai ketentuan yang ada, dan kecenderungan perawat mengabaikan tugas-tugas promotif serta preventif. Meski penampilan peran perawat dalam peraturan yang ada dinyatakan sebagai penyimpangan, namun tindakan itu ditolerir oleh dokter dan pengguna jasa pelayanan kesehatan. Perawat sendiri menanggapi toleransi tersebut dengan menunjukkan loyalitas mereka pada tradisi biomedis. Sesungguhnya, faktor-faktor penyebab penyimpangan peran perawat pada tingkat lokal khusus dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern terdiri dari: kurangnya fasilitas puskesmas dalam mendukung kegiatan perawatan komunitas yang memiliki karakter kegiatan promotif dan preventif, uraian tugas pokok dan fungsi personalia puskesmas yang tidak jelas, dan kesibukan dokter. Sementara faktor ekstern terdiri dari: kurangnya sosialisasi peraturan, lemahnya pengawasan peredaran obat, dan kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan perawat serta lembaga pelayanan kesehatan milik pemerintah

This research tries to describe the nurse role deviation and to identify and reveal the cause factors of the role deviation following the implementation of Health Minister Decree Number 1239 of 2001 about registration and practice of nurse profession. Method used in this research is qualitative method, most on the effort to build deep description of hope on nurse role, the conduct of nurse role, and up to the explanation of the cause factor of the nurse role deviation. The data collection was through interview, observation, and library research. The result shows that behind the implementation of Health Minister Decree Number 1239 of 2001, the nurse role deviation still occurs. It is proved by continuity of medical activity which autonomously held by nurses in Public Health Center, private practice performed by nurses without valid authorization, and nurse’s tendency to disobey the promotive and preventive assignments. Although appear as a deviation, this action is tolerate by doctors and heath clients. The nurses themselves perceive the tolerance by showing their loyalty to biomedical tradition. Actually, the cause factors of the role deviation in distinct local level can be categorized into internal and external factors. The internal factors consist of the lack of facilities at the Public Health Center to support the community health services which possess characters of promotive and preventive, the personnel main job description and function which are not comprehensible and the doctor’s activities. Meanwhile, the external factors are the lack of the regulation socialization, the weak surveillance on drugs distribution, and the society reliance on the nurse ability and the government health center.

Kata Kunci : Perawat Puskesmas,Penyimpangan Peran


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.