Politik representasi jurnalisme populer :: Analisis wacana model pemberitaan tabloidisasi dalam harian Meteor
LUKMANTORO, Triyono, Drs. Sutaryo, M.Si
2006 | Tesis | S2 SosiologiKajian tentang tabloidisasi media yang menggunakan analisis wacana (discourse analysis) terhadap surat kabar Meteor ini menunjukkan bahwa politik representasi yang dijalankannya, yang secara sengaja mempraktikkan penggunaan bahasa yang vulgar dan menimbulkan sensasionisme itu, tidak lebih menjadikan Meteor sebagai perangkat untuk menyuarakan ideologi dominan. Gejala ini dapat dilihat dari pengungkapan kasus-kasus kejahatan jalanan (street crime) yang melibatkan para penjahat kelas teri. Berbagai hujatan dalam bentuk pemberian label atau stigmatisasi secara konsisten dilekatkan pada kalangan penjahat ini. Sebaliknya, untuk kalangan penjahat berkerah putih, gejala itu tidak terbaca sama sekali. Sementara itu dalam pemberitaan mengenai kasus-kasus pembunuhan serta kematian yang dialami warga, misalnya saja akibat kelaparan atau kedinginan, yang secara jelas menunjukkan kegagalan negara dalam menjalankan biopolitiknya, ternyata hanya menjadikan tubuh-tubuh tanpa nyawa itu sebagai eksotika (suatu tontonan yang langka dan ganjil). Hal serupa juga terjadi pada korban-korban bunuh diri yang ditampilkan sebagai sosok yang serba menakutkan dan pantas untuk dikecam karena dianggap mengalami keputusasaan. Di samping itu, pemberitaan terhadap kasus-kasus pelecehan seksual dan kekerasan terhadap perempuan, terutama pemerkosaan, menunjukkan bahwa Meteor merupakan media yang sangat kental dalam menggunakan logika berbahasa yang bercorak phallocentrism. Tubuh-tubuh perempuan yang menjadi korban kejahatan itu ditampilkan sebagai tontonan untuk memberikan kesenangan atau kenikmatan seksual (sexual pleasure). Dengan demikian, dapat diberikan konklusi bahwa Meteor sekadar menjadi perangkat dari aparat negara ideologis, sekalipun pada kenyataannya Meteor merupakan salah satu pemain dalam arena pasar. Hal ini dapat terjadi karena Meteor dalam memproduksi teks-teks beritanya sangat tergantung dan tidak mampu keluar dari wacana kejahatan yang diproduksi oleh negara. Dalam situasi yang demikian, Meteor menjadi pasangan yang sempurna dari pihak kepolisian dalam mendefinisikan peristiwa-peristiwa sosial yang dianggap sebagai kejahatan atau bukan. Kata-kata kunci: tabloidisasi media, politik representasi, kejahatan
The study of media tabloidization that applies discourse analysis on Meteor Daily describes that politics of representation that used by Meteor, which intentionally practice vulgar language usage and elicit sensationalism, make into Meteor as instrument of dominant ideology. These indications can be read on revelation of street crime that committed the street criminal. The formulation of censure in giving label or stigmatization persistently embedded on them. Conversely, the indications of criticism can’t be found of white collar criminal. News about murder cases and death that experienced by citizen, for example because of famine and coldness, that explicitly show state failure in doing biopolitics, in fact make the dead bodies as exotics (the unusual and odd spectacles). The same news pattern describes suicide victims as scary figures. They deserve condemned as desperate people. Besides that, news about sexual harassments and violence against women, especially rape cases, demonstrate that Meteor is a newspaper that practices language logics of phallocentrism. The women bodies as crime victims are exposed like spectacles that stimulate sexual pleasure. Those concluded that Meteor as the ideological state apparatus although Meteor is one player in market domain because of Meteor in producing texts very depend on crime discourse that produced by the state. In that moment, Meteor is a perfect tandem of police institution in defining social events about crime or not.
Kata Kunci : Jurnalisme Populer,Tabloidisasi Media,Politik Representasi, media tabloidization, politics of representation, crime