Laporkan Masalah

Sawunggaling Pahlawan Kota Surabaya :: Sebuah analisis intertekstual

SYAFRUDIN, Mohammad, Prof.Dr. Imran T. Abdullah

2007 | Tesis | S2 Sastra

ludruk karya Paguyuban Arek Ludruk yang pada tahun 1995 telah ditayangkan stasiun televisi Republik Indonesia (TVRI) dalam acara menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-50. Lakon ludruk tersebut telah mendapatkan sambutan yang luas. pada umumnya, tanggapan tersebut merupakan sambutan negativ karena LLS dianggap telah menyimpang dari tradisi, mitos, maupun peristiwa sejarah yang diyakini kebenaranya oleh sebagian masyarakat Surabaya. Dari tanggapan masyarakat tersebut dapat diasumsikan bahwa teks lakon ludruk yang mempunyai hubungan intertekstual dengan Cerita Legenda rakyat Jawa Timur yang memuat cerita Sawunggaling (selanjutnya disingkat LRJT) yang merupakan latar penciptaan LLS. Penelitian ini berusaha menemukan asumsi tersebut dengan menggunakan teori struktural dan intertekstual. Studi ini dimulai dengan menganalisis struktur pementasan ludruk LLS dan struktur cerita Sawunggaling versi Lakon ludruk dan struktur cerita versi Legenda Rakyat Jawa Timur. Hasil analisis struktur tersebut digunakan sebagai data untuk melihat hubungan intertekstual antara cerita Sawunggaling versi lakon ludruk Sawunggaling dan LRJT, serta kreatifitas pengarang sebagai penyambut teks LRJT. Sebagai teks, hubungan intertekstual pada ludruk LLS berfungsi untuk mengkritik realitas sosial yang ada pada masyarakat masa kini, dengan cara mentransformasikan simbol lama yang ada pada LRJT. Kritik itu disampaikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam LLS, kritik secara langsung itu disampaikan melalui dialog para tokoh atau nguda rasa. Sementara itu, kritik tidak langsung disampaikan melalui demitifikasi terhadap karakter tokoh Sawunggaling dan Jayengrana, serta penentangnya terhadap tema kepahlawanan feodal tokoh Sawunggaling, pada ludruk tersebut, digunakan sebagai pahlawan produk masa lalu yang sarat dengan norma dan nilai-nilai lama yang sudah usang. Dengan demikian, tokoh tersebut tidak relefan lagi dijadikan panutan di masa kini. Selanjutnya, oleh tokoh Jayengrana, yang dilukiskan banyak mengedepankan nilai-nilai baru. Studi ini menyimpulkan bahwa gagasan yang hendak diungkapkan pengarang melalui LLS, adalah sikap keprihatinanya terhadap kondisi bangsa Indonesia pada saat ini yang masih terobsesi oleh kemerdekaan masa lalunya. Kondisi demikian membuat bangsa tersebut untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang tengah dihadapinya.

Lakon Ludruk Sawunggaling (abbreviated as LLS) is a title Play ludruk by Paguyuban Arek Ludruk which see the TVRI in 1995 to well come 50 year Hari UlangTahun Republik Indonesia. It has received wide-range response which, in general, are negative by regarding the play write to break the tradition, and despise the myth, historical envent and characters, all of which the Surabaya People strong by belive in to be true the responses. LLS are a reality having an intertextual relation with history Sawunggaling (abbreviated as LRJT) a great literary work that the Surabaya are very proud of. This research intends to prove the above assumption by using structural, and intertextual theories. It begins by analyzing the structure play LLS. The results are as data to identity the intertextual relation between LLS and LRJT as well as Pal's creativity in responding to LRJT. As a text, the intertextual relation in LLS function as transforming the old symbols contained in LRJT. The criticism is addressed in both direct and indirect manners. The direct criticism is conveyed through the character's dialogue and the indirect one through the demystification of LRJT and Jayengrana character's and also through violation against the theme of feudal heroism. The Sawunggaling characters in LLS is depicted as a hero of the who bears worn-out values and norms. Thus, no longer relevant to be a Marcel for modern heroism. Concept represented by Jayengrana, the character who put a forward new value. The study concludes that the message play Wright wants to convey in LLS in his concern in condition of today Sawunggaling who are still deeply absorbed in, and obese by; their past glory. Such the condition makes the Surabaya who are still deeply absorbed in, and obsessed by their past glory such the condition makes the Surabaya fragile unapt to solution their problem

Kata Kunci : Ludruk,Analisis Intertekstual,Teori Struktural, ludruk Sawunggaling story , structure, Intertextual


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.