Laporkan Masalah

Kecemasan dan strategi Coping wanita dan waria pelacur

HERDIANSYAH, Haris, Prof.Drs. Koentjoro, MBSc.,Ph.D

2007 | Tesis | S2 Psikologi

Dunia pelacuran merupakan dunia yang penuh dengan tekanan, ancaman, dan stigma negatif yang dapat menimbulkan kecemasan bagi pelakunya. Hal ini mendorong pelacur untuk mampu menciptakan strategi coping yang adekuat dalam menghadapi kecemasan yang dirasakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecemasan dan strategi coping pada diri wanita dan waria pelacur berkaitan dengan pekerjaan mereka sebagai pelacur pada tiga lingkungan yang berbeda yaitu lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan lingkungan cebongan (tempat subjek menjajakan diri sebagai pelacur). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan diskusi kelompok terfokus. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek penelitian sebanyak 12 orang yang terdiri dari 5 orang subjek utama (2 orang wanita pelacur dan 3 orang waria pelacur), dan 7 orang informan. Metode analisis data yang digunakan mengacu kepada analisis data model interaktif dari Miles & Huberman yang terdiri dari 3 tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Melalui penelitian ini ditemukan adanya kecemasan yang bersumber dari tiga lingkungan yang berbeda. Pada lingkungan keluarga, terdapat kecemasan jika pekerjaannya sebagai pelacur diketahui oleh keluarga. Pada lingkungan masyarakat, marjinalisasi, ejekan dan cemoohan menjadi hal yang sangat menimbulkan kecemasan, sedangkan pada lingkungan cebongan, adanya razia, premanisme, persaingan antara sesama pelacur dan kekerasan dari tamu merupakan hal yang sangat menimbulkan kecemasan.

The world of prostitution is full of pressure, threat and negative stigma that caused anxiety to the prostitute therefore push the prostitute to create adequate coping strategy to face what their feel. The aim of This study was to cover out the anxiety and coping strategy of prostitute women and prostitute transgender in three different social environments including in the family, society and “cebongan” (place where is prostitute work). This is a qualitative research. For collecting the data, interview, observation and focused group discussion were used. This study used purposive sampling. The subject were 12 people consisted of 5 main subjects (2 women prostitute and 3 transgender prostitute) and 7 informants. To analized the data, interactive model from Miles & Huberman was used, which consist of three steps. The first step was data reduction, the second step was data display, and the last step is is final conclusion and verification. The result of this study revealed that there were many anxiety among prostitute women and prostitute transgender which comes from three different social environments. From the family, the highest anxiety is when the family know their job. The source of anxiety from society are marginalization, and mockery. Capture by the police, “premanism”, competition among prostitute and violent from the users were the source of anxiety from “cebongan”

Kata Kunci : Kecemasan,Strategi Coping,Wanita dan Waria Pelacur, anxiety, coping strategy, prostitute woman, prostitute transgender


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.