Pemanfaatan data penginderaan jauh multi tingkat dan Sistem Informasi Geografis untuk evaluasi kerusakan pemukiman akibat Gempabumi :: Kasus Gempabumi di Daerah Istimewa Yogyakarta Tanggal 27 Mei 2006
PURWANTO, Prof.Dr. Totok Gunawan, MS
2007 | Tesis | S2 Penginderaan JauhTujuan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan data citra Landsat ETM+ untuk mengkaji parameter aspek biofisik (jaringan jalan, jaringan sungai, kelerengan, ketinggian, permukiman/desa, dan kerapatan kanopi/tajuk), mengkaji sebaran spasial berdasarkan analisis pola kerusakan hutan akibat illegal logging di Kabupaten Barito Utara dan memberikan alternatif (rekomendasi) langkahlangkah pencegahan dan penanganan illegal logging di lokasi penelitian. Metode analisis data primer menggunakan cara penginderaan jauh dan SIG, tracking/waypoint GPS, pengukuran di lapangan menggunakan plot ukur, dan kuisioner, sedangkan metode analisis data sekunder dilakukan dengan cara pengumpulan data-data arsip berupa peta, gambar, dan laporan tertulis. Citra Landsat ETM+ menghasilkan data untuk pembuatan peta aksesbilitas yang merupakan fungsi overlay dari variabel jaringan jalan, jaringan sungai, lereng, permukiman/desa,dan ketinggian. Peta kerapatan hutan yang merupakan fungsi overlay nilai NDVI dan penutup lahan. Pengolahan SIG akan menghasilkan peta kerawanan konflik penguasaan lahan yang merupakan fungsi dari peta-peta perijinan. Analisis SIG lanjut mengoverlaykan peta-peta aksesbilitas, kerapatan hutan, dan kerawanan konflik penguasaan lahan untuk membuat fungsi peta zone kerusakan hutan dan peta kerusakan hutan akibat illegal logging. Hasil penelitian diperoleh zone kerusakan hutan akibat illegal logging yang pelakunya diduga oleh masyarakat seluas 71.937,63 Ha atau 27,77% dari luas lokasi penelitian dan yang pelakunya diduga oleh pemilik ijin lahan seluas 183.613,22 Ha atau 70,88% dari luas lokasi penelitian. Rata-rata luas hutan yang ditebang pohonnya oleh kegiatan masyarakat rata-rata seluas 1,65 Ha sebanyak 1.178 lokasi dan luas hutan yang dibuka oleh pemilik ijin lahan/lokasi seluas 3,61 Ha sebanyak 738 lokasi. Hasil perhitungan sebaran spasial kegiatan illegal logging diperoleh hasil variance mean ratio 3,65 > 1 yang artinya kegiatan illegal logging cenderung mengelompok atau cluster.
The purpose of this research is to use Landsat ETM+ image to study biophysic aspect parameter (street network, river network, slopeness, highness, settlement/vilage, area status, and canopy density), to study about spatial distribution depending on forest damage pattern analysis caused by illegal logging in Barito Utara Region and giving alternative (recommendation) preventive steps and refresive of logging illegal in research location. Primary data analysis method is using remote sensing, GIS, tracking/waypoint GPS, measurement on the field using plot measuring, and quizionary, and secondary data analysis are done by archives data collecting that are maps, images, and report. Landsat ETM+ image shows some data of making the map accessibility in which is as the overlay function of networking variables to the road, river, sloppenes, attitudinal point, settlement/village. The forest density map is as the overlay fuction of NDVI and land cover. SIG treatment would produce the potential conflict map of the authority of area by which it is the licenced maps. The next SIG analysis is overlaying the accessibility, forest density map, the potential conflict map area to making the map zone of forest damaged and map of forest damaged caused by illegal logging. Research result acquiring that forest damaged zone caused by illegal logging which is supposed are done by society 71,445.77 Ha large or 27.77% of research location and supposed are done by land property owner 182,385.73 Ha large or 70.88% of research location. Forest coverage average which is the tree was outted down by society activity is 1,65 Ha large average on 1,178 locations and the large of forest which is opened by land property owneris 3.61 Ha large on 738 locations. Spatial distribution of illegal logging calculation result aquire that variance mean ratio is 3.65>1, that means illegal logging activity is tendency grouping or cluster
Kata Kunci : Penginderaan Jauh,SIG,Evaluasi Kerusakan,Gempa Bumi, Remote sensing and GIS, Illegal logging biophysic characteristics, and distribution pattern