Masyarakat dan momen Pilkada langsung :: Studi partisipasi politik masyarakat 8 (delapan) Pedukuhan di Mlati-Sleman
HERIYANTI, Fitri, Dra. Ratnawati, SU
2007 | Tesis | S2 Ilmu Politik (Politik Lokal dan Otonomi Daerah)Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung terselenggara mulai pertengahan tahun 2005 lalu,. Sejumlah 33 Gubernur, 349 Bupati, dan 91 Walikota di berbagai provinsi yang ada di wilayah Indonesia ambil bagian. Sebagai Kabupaten, Sleman termasuk ikut mengawali penyelenggaraan tersebut, tepatnya pada 26 Juni 2005, disebabkan masa Jabatan Bupati dan Wakilnya berakhir pada 11 Agustus 2005. Calon Kepala Daerah yang berkompetisi saat itu antara lain: Drs. H. Ibnu Subiyanto, Akt/ Drs. H. Sri Purnomo, Drs. HA Hafidh Asrom, MM/ dr. H. Kusbaryanto, M. Kes, H. Sukamto, SH/ Ir. Sudradjat Selorudjito dan Ir. Sutrisno, MES/ Ir. Achmad Yulianto. Untuk data pemilih tetap (DPT) se Kabupaten Sleman sebanyak 665.931 yang tersebar di 17 Kecamatan dan 1.660 TPS. Dan khusus untuk Kecamatan Mlati yang menjadi lokus penelitian ini memiliki DPT sebanyak 55.437. Adapun masalah yang ingin di pecahkan mengenai bagaimana tingkatan partisipasi masyarakat Mlati dalam Pilkada langsung yang terselenggara tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa lima Desa yang ada di Kecamatan Mlati yaitu Sinduadi, Sendangadi, Tlogoadi, Tirtoadi dan Sumberadi memiliki tingkat partisipasi masyarakat pada pilkada lalu tergolong tinggi terutama untuk kehadiran di TPS yang mencapai prosentase diatas 50%, masing-masing antara lain 64.98%, 76.55%, 84,94%, 85.57% dan 85.18%. Prosentase ini tersebar dalam 128 TPS. Tingginya partisipasi masyarakat di TPS, ternyata tidak ditemukan pada keikutsertaan dalam partai politik ataupun kampanye. Untuk dua poin terakhir ini tidak semua level masyarakat terlibat, artinya hanya masyarakat tertentu saja yang berkeinginan dan berminat. Ada beberapa pertimbangan kesediaan masyarakat memberikan hak pilihnya diantaranya kesadaran masyarakat sebagai warga negara, evaluasi masyarakat terhadap figur kandidat yang berkompetisi termasuk program yang ditawarkan, dan tidak kalah menarik bahwa kepentingan-kepentingan rasional masyarakat, segera terealisir pra pencoblosan berlangsung. Dari paparan tesis secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat terkategori tinggi dan sangat responsif, meski selama ini masyarakat selaku pemilih seringkali di kecewakan. Antusiasme partisipasi masyarakat sangat terasa dalam poin kehadirannya di TPS atas dasar inisiatif sendiri dalam memutuskan pilihannya, sementara untuk keikutsertaan dalam parpol dan kampanye meski tidak seantusias kehadiran di TPS, tetapi masyarakat Mlati juga ambil peran dalam parpol dan kampanye ini. Khusus untuk kampanye, ada tampak kecondongan masyarakat berinisiatif karena pengaruh orang lain (terutama Tim Sukses) lewat publikasi media baik elektronik maupun non elektronik
Regional Leader Election (Pilkada) directly well-held started in the middle of 2005 last time. A number of 33 Governor, 349 Regent, and 91 Mayor in various provinsi exist in Indonesia region participate. As Sub-Province, Sleman was including following early the management, precisely at 26 June 2005, because a Regent tenure and its Proxy end at 11 August 2005. The candidate of Regional Leader which have competition on the moment for example: Drs. H. Ibnu Subiyanto, Akt/ Drs. H. Sri Purnomo, Drs. HA Hafidh Asrom, MM/ dr. H. Kusbaryanto, M. Kes, H. Sukamto, SH/ Ir. Sudradjat Selorudjito dan Ir. Sutrisno, MES/ Ir. Achmad Yulianto. For the data of elector remain ( DPT) of Sub-Province Sleman of counted 665.931 which is spread over in 17 District and 1.660 TPS. And special for the District of Mlati becoming this research locus have the DPT of counted 55.437. As for problem which wish in solving about level of participation of society Mlati in direct Pilkada well-held. Research method used by descriptive qualitative, with the technique of data collecting in the form of interview and documentation. Result of finding in field indicate that five Countryside of exist in District Mlati that are Sinduadi, Sendangadi, Tlogoadi, Tirtoadi And Sumberadi have the storey;level of society participation of pilkada is pertained high especially for the attendance of tired TPS is percentage of above 50%, each for example 64.98%, 76.55%, 84,94%, 85.57% and 85.18%. Percentage of this spread over in 128 TPS. Height of society Participation in TPS, in the reality is not found at taking part in political party and or campaign. For the two of this last poin don’t all level society involved, its meaning only wishful just certain society and hanker. There are some consideration of society readiness give its suffrage among others society awareness as citizen, evaluate the society to candidate figure which have competition is including program which on the market, and don’t fail to draw that rational importances [of] society, immediately terealisir of hole pre take place. From thesis presentation as a whole, inferential that society participation categorized high and very responsive, even during the time society as elector oftentimes [in] disappointing. Antusiasme of society Participation very felt in its poin attendance in TPS on the basis of initiative by their self in deciding its choice, whereas for the taking part of parpol and campaign even don’t as enthusiastic as attendance in TPS, but society Mlati also take the role in this parpol campaign and. for the campaign of, there is seeing skewness of society have initiative, because others influence (especially Successful Team) pass the good media publication of electronic and also non electronic.
Kata Kunci : Pilkada Langsung,Partisipasi Masyarakat, Direct Pilkada and Society Participation