Laporkan Masalah

Diversitas serangga pada beberapa tipe penggunaan lahan di kawasan Bukit Mandiangin Tahura Sultan Adam Kalimantan Selatan

SUSILAWATI, Prof.Dr.Ir. Sumardi, M.For.Sc

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Penelitian ini merupakan langkah awal untuk mengetahui diversitas serangga akibat perubahan penggunaan lahan di Taman Hutan Raya Sultan Adam Kalimantan Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membandingkan diversitas serangga pada beberapa tipe penggunaan lahan di lokasi penelitian yaitu hutan sekunder, kebun buah, kebun karet dan belukar muda campur alang-alang. Pengamatan serangga dilaksanakan pada luasan 1 ha dengan lebar 20 m. Serangga siang didapatkan dengan menggunakan jaring serangga dan serangga malam diperangkap dengan menggunakan emergency lamp. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan jumlah dan jenis serangga pada beberapa tipe penggunaan lahan. Di hutan sekunder ditemukan 10 ordo yang terdiri dari 35 famili, 46 jenis dan 412 individu, sedangkan di kebun buah ditemukan 10 ordo yang terdiri dari 35 famili, 47 jenis dan 409 individu. Sejumlah ordo ditemukan lebih rendah di kebun karet dan belukar muda campur alang-alang masing-masing 9 ordo yang terdiri dari 25 famili, 29 spesies 229 individu dan 6 ordo terdiri 14 famili dan 133 individu. Indeks diversitas di hutan sekunder, kebun buah, kebun karet dan belukar muda campur alang-alang masing-masing 3,8 ; 3,6; 3,2 dan 2,6. Hal ini menunjukkan bahwa konversi hutan alami menjadi beberapa tipe penggunaan lahan menurunkan kelimpahan populasi serangga. Beberapa serangga mungkin menyebar diantara beberapa penggunaan lahan sesuai perubahan lingkungan. Famili Danaidae (D2), Hesperidae (H1), Lycanidae (L1) yang aktif pada siang hari dan famili Geometridae (G2) yang merupakan serangga malam dapat digunakan sebagai indikator ekologi dari perubahan penggunaan lahan berdasarkan mekanisme penyebaran. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memberikan bukti tentang taksa yang lebih rendah dari indikator ekologi.

The research was undertaken as an initial step to evaluate the insect diversities as the result of land use changes in Sultan Adam National Park, South Kalimantan. The objectives of the study was to determine and compare the diversity of insect of several types land uses in the study area, i.e. tropical secondary forest, fruit plantation, rubber plantation and non vegetation open area. Insect observation was done using one hectare (1 ha) of 20 m width area sampling. Day light insect were obtained using fangnet and night insect were trapped using modified emergency lamp. The results indicated the differences of species number of insect between land use types. Ten orders consisting of 35 families, 46 species, 409 insect number were found in secondary forest, whereas ten orders consisting of 35 families, 47 species, 409 insects number were found in fruit plantation. Lesser number of orders were found ini rubber plantation and non vegetation open area, for each 9 orders consist of 25 families, 29 species, 229 insects number and 6 orders contain of 14 families, 17 insect number respectively. Diversity indices of secondary forest, fruit plantation, rubber plantation, non vegetation open area were 3,8 ; 3,6 ; 3,2 and 2,6 respectively. It was noted that the conversion at natural forest into the land use types decreased the abundance of insect population. Some insects were might dispersed between those type of land uses due to enviromental change. It also indicated that the families of Danaidae (D2), Hesperidae (H1), Lycanidae (L1) which were active during the day light and the family of Geometridae (G2) which was commonly night insect could be used as ecological indicator of the land use changes based on dispersing mechanism. Further studies are needed to provide more evidence about the role of lower taxon level of the ecological indicators.

Kata Kunci : Ekologi Hutan,Populasi Serangga,Indeks Diversitas, Diversity indices, insect population, ecological indicator


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.