Pengaruh advokasi pelayanan Gizi dan Penyuluhan terhadap jumlah kunjungan pasien di Poliklinik Gizi Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi
MAWARNINGSIH, Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si.,PhD
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Gizi dan Kesehatan)Latar Belakang : Jumlah kunjungan pasien ke poliklinik gizi Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi masih rendah, sedangkan kunjungan pasien ke poliklinik rumah sakit yang memerlukan konsultasi gizi cukup tinggi. Kunjungan pasien ke poliklinik gizi umumnya berasal dari rujukan dokter di poliklinik rumah sakit. Jumlah kunjungan sangat tergantung pada dokter yang merujuk pasien ke poliklinik gizi. Rendahnya kunjungan disebabkan belum pernah dilakukan sosialisasi pelayanan gizi. Untuk meningkatkan jumlah kunjungan perlu dilakukan sosialisasi pelayanan gizi dengan penyuluhan pada pasien rawat jalan dan advokasi yang dilakukan pada stakeholder, dalam hal ini dokter, yang diharapkan dapat merujuk pasien ke poliklinik gizi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh advokasi pelayanan gizi dan penyuluhan terhadap jumlah kunjungan pasien di Poliklinik Gizi Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi. Metode : Jenis penelitian adalah kuasi eksperimen dengan rancangan one group design with pre-test dan post-test. Responden pada penelitian ini adalah dokter yang bertugas di poliklinik dan pasien rawat jalan. Jumlah responden penelitian kelompok advokasi sebanyak 32 orang dan kelompok penyuluhan sebanyak 180 orang. Data yang diperoleh meliputi jumlah kunjungan pasien yang dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji wilcoxon range test. Data gambaran jenis diagnosis pasien yang melakukan konsultasi gizi dianalisis secara deskriptif Hasil: Intervensi yang diberikan yaitu advokasi pelayanan gizi pada dokter dan penyuluhan pada pasien dapat meningkatkan jumlah kunjungan pasien ke Poliklinik Gizi. Hasil analisis menunjukkan terdapat peningkatan jumlah kunjungan pasien ke Poliklinik Gizi secara bermakna (p<0,05). Selain itu juga terlihat adanya peningkatan jumlah kunjungan pasien berdasarkan diagnosis dan diperoleh jenis diagnosis baru yang dirujuk ke Poliklinik Gizi setelah diberikan intervensi. Kesimpulan : Advokasi yang diberikan kepada responden yang sudah pernah melakukan rujukan ke Poliklinik Gizi dan penyuluhan yang diberikan kepada pasien dapat meningkatkan jumlah kunjungan pasien
Background: The number of patients' visits at nutrition polyclinic is relatively low whereas the need of nutrition consultation at hospital polyclinic is high. Visits at nutrition polyclinic generally come from referrals of doctors at hospital polyclinics. The number of visits greatly depends on doctors referring patients to nutrition polyclinic. Low visit at nutrition polyclinic is due to absence of socialization of nutrition service. It is necessary to conduct socialization of nutrition service by dissemination of information to outpatients and advocacy to stakeholders, especially doctors, who are expected to refer patients to nutrition polyclinic to increase visit. Objective: To find out the effect of nutrition service advocacy and socialization to the number of visits at nutrition polyclinic of Raden Mattaher Hospital, Jambi. Method: The study was a quasi experiment using one group design with pre-test and post-test. Respondents of the study were doctors working in polyclinics and outpatients. There were 32 respondents of advocacy group and 180 respondents of socialization group. Data obtained were the number of patients' visits analyzed statistically using wilcoxon range test. Data of diagnostic types of patients having nutrition consultation were analyzed descriptively. Result: Advocacy of nutrition service to doctors and socialization to patients could increase visits of patients at nutrition polyclinic. The result of analysis showed that there was significant increase of patients' visits at nutrition polyclinic (p<0.05); besides there was also increase of visits based on diagnosis and there was new type of diagnosis referred to nutrition polyclinic after intervention. Conclusion: Advocacy given to respondents who had made referral to nutrition polyclinic and socialization given to patients could increase the number of patients visiting nutrition polyclinic.
Kata Kunci : Penyuluhan Gizi,Kunjungan Poliklinik Gizi,advocacy, socialization, number of patiens visits at nutrition polyclinic