Laporkan Masalah

Pengaruh tim asuhan gizi terhadap asupan makanan dan lama rawat inap di RSUD Kota Bekasi

CHASBULLAH, Ika Yuliati, Ir. I Made Alit Gunawan, M.Si

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Gizi dan Kesehatan)

Latar belakang. Asuhan gizi Terapi Gizi Medis (TGM) merupakan salah satu model asuhan gizi yang menitik beratkan pengelolaan pasien secara menyeluruh dengan keterlibatan secara aktif dokter, ahli gizi, perawat dan profesi lain (mis. Farmasi) dalam wadah tim asuhan gizi, dimana masingmasing anggota saling memberi informasi mengenai terapi yang diberikan dan hasilnya pada kegiatan visite bersama dan pertemuan secara berkala. Salah satu keuntungan TGM adalah menurunkan lama rawat inap yang merupakan salah satu indikator mutu pelayanan RS, sedangkan indikator keberhasilan intervensi gizi adalah asupan gizi. Di RSUD Kota Bekasi belum dilaksanakan asuhan gizi secara terpadu dalam satu tim. Hasil monitoring dan evaluasi pada semester I 2006 diperoleh hasil rata-rata asupan makanan pasien hanya 65%-70% (kurang) dan rata-rata lama rawat inap penyakit degeneratif 5,97 hari. Tujuan Penelitian. Mengetahui pengaruh pelaksanaan asuhan gizi dengan pendekatan Terapi Gizi Medis (TGM) terhadap asupan gizi dan lama rawat inap di Rumah Sakit Umum Kota Bekasi. Metode Penelitian. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan static-grup comparison. Sampel adalah pasien yang dirawat di bangsal penyakit dalam kelas VIP,1, 2 dan 3. Data yang dikumpulkan meliputi asuhan gizi secara konvensional dan Terapi Gizi Medis (TGM), data asupan gizi menggunakan metode visual Comstock dan recall 24 jam, serta data lama rawat inap. Uji statistik t-test dan mann whitney digunakan untuk menganalisis pengaruh jenis asuhan gizi terhadap asupan gizi dan lama rawat inap. Hasil. Rata-rata presentase asupan gizi total dan RS sampel dengan asuhan gizi TGM lebih baik dan bermakna secara statistik (p<0,05) dibandingkan dengan asuhan gizi konvensional untuk energi, protein dan KH, tetapi asupan lemak >100%. Hasil yang sama juga terjadi pada asupan gizi sampel dengan penyakit DM serta kelas 2 dan 3. Lama rawat inap pasien dengan asuhan gizi TGM masing-masing 5,80 hari untuk seluruh sampel, 5,92 hari untuk penyakit DM serta 4,84 hari untuk kelas 1 dan VIP,angka tersebut lebih pendek dan bermakna secara statistik dibandingkan dengan asuhan gizi convencional. Kesimpulan. Asupan gizi total dan RS sampel dengan asuhan gizi TGM lebih baik dari pada konvensional dan bermakna secara statistik pada seluruh sampel, penyakit DM serta kelas perawatan 2 dan 3. Lama rawat inap pasien dengan asuhan gizi TGM lebih pendek daripada konvensional dan secara statistic bermakna pada seluruh sampel, penyakit DM serta kelas 1 dan VIP.

Background: Medical Nutrition Therapy (MNT) is one of nutrition care models which focuses on integrated patient management involving active participation of doctors, nutritionists, nurses and other professions within nutrition care team. One benefit of MNT is reducing length of stay as an indicator of hospital service quality, whereas an indicator of success in nutrition intervention is nutrition intake. Bekasi Municipal Hospital has not implemented integrated nutrition care within a team. The result of monitoring and evaluation during the first quarter of 2006 showed that average patient nutrition intake was only 65% - 70% (inadequate) and average length of stay for degenerative diseases was 5.97 days. Objective: To identify the influence of nutrition care implementation using MNT approach to nutrition intake and length of stay at Bekasi Municipal Hospital. Method: The study was quaci-experimental which used static-group comparison.. Samples were patients hospitalized at internal medicine ward of class VIP, 1, 2 and 3. Data obtained consisted of conventional nutrition care and MNT, data of nutrition intake using Comstock visual and 24 hour recall methods, and data of length of stay. T-test and mann whitney statistical test were used to analyze the influence of types of nutrition care to nutrition intake and length of stay. Result: Average percentage of total nutrition intake of hospital food and outside hospital food sample with MNT nutrition care was better than conventional nutrition care. Total nutrition intake was 91.71%for energy, 92.12% for protein 111.83% for fat and 85.41% for carbohydrate. The result was significant (p<0.05) for energy intake. Nutrition intake of sample hospital was 86.08% for energy, 88.91% for protein, 108.55% for fat and 78.91% for carbohydrate. Nutrition intake of outside hospital was 21.94% for energy, 13.77% for protein, 12.22% for fat and 35.43% for carbohydrate. They were not significant statistically. Length of stay of patients with MNT care was 5.80 days. This was shorter than conventional nutrition care and statistically significant (p<0.05). Conclusion: There was difference in nutrition intake between samples with MNT and conventional nutrition care. Nutrition intake of samples with MNT was better than conventional nutrition care and statistically significant (p<0.05). There was difference between length of stay of samples with MNT and conventional nutrition care. Length of stay of samples with MNT was shorter than conventional nutrition care and statistically significant. (p<0.05).

Kata Kunci : Asuhan Gizi,Terapi Gizi Medis,Lama Rawat Inap,conventional nutrition care, medical nutrition therapy, length of stay, nutrition intake


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.