Laporkan Masalah

Hubungan gaya kepemimpinan transformasional kepala ruang perawatan dengan stres kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Soedarso Pontianak

BAHRUDIN, Drs. Sito Meiyanto, Ph.D

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manajemen Rumah Saki

Latar Belakang : Kita ketahui bahwa 90 % dari pelayanan kesehatan di Rumah Sakit adalah pelayanan keperawatan, Sehingga ada beberapa penelitian bahwa stres kerja merupakan hal yang lazim bagi perawat, bila didapatkan tingkat stres yang tinggi, maka menurunkan kualitas kerja perawat. Tujuan : Untuk mengetahui gaya kepemimpinan transformasional kepala ruang perawatan dengan stress kerja perawat pelaksana, Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan “ cross sectional “ . Data primer kuantitatif dilakukan dengan menggunakan kuesioner terhadap responden. Skala yang digunakan untuk gaya kepemimpinan adalah menggunakan Skala Likert . Sedangkan untuk stres kerja menggunakan kuesioner dari American istitute of Stres. Analisis statistik menggunakan analisis regresi korelasi terhadap kedua variabel Hasil :Dari gambaran kepemimpinan transformasional faktor kharisma adalah faktor yang terbesar yang dimiliki oleh kepala ruangan (82,2 %), sedangkan gambaran stres kerja pada perawat pelaksana adalah stres kerja tinggi (75,0 %). Setelah dilakukan uji tidak ada menunjukan pengaruh signifikan antara gaya kepemimpinan dengan stres kerja Kesimpulan : Pada analisa univariat gambaran stres kerja adalah termasuk tinggi, dan gambaran gaya kepemimpinan transformasional sudah cukup baik, namun pada bivariat kemudian dianalisa secara korelasi tidak ada pengaruh yang signifikan artinya tidak menunjukan bahwa gaya kepemimpinan semakin transformasional maka stres kerja semakin menurun atau berkurang.

Background: As much as 90% of health services in hospitals belongs to nursing services. Therefore some studies indicate that work stress becomes common place among nurses. High level of stress reduces quality of work of nurses. Objective: To identify relationship between transformational leadership style of head of nursing room and work stress of nurses. Method: The study used qualitative method with cross sectional design. Primary data were obtained from questionnaires. Likert scale was used to measure leadership style. Whereas questionnaires from the American Institute of stress were used to measure work stress. Statistical analysis used regression correlation of the two variables. Result: From the overview of transformational leadership the greatest factor owned by the head of nursing room was charisma (82.2%), whereas the overview of work stress of nurses was mainly high (75.0%). The result of correlation analysis showed that there was no significant relationship between leadership style and work stress. Conclusion: The result of univariable analysis showed that work stress belonged to high category and transformational leadership was relatively good. However the result of bivariable analysis showed that there was no significant relationship between the two variables. Greater transformational leadership style did not mean decreasing work stress.

Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Gaya Kepemimpinan,Stres Kerja,Perawat Rumah Sakit


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.