Evaluasi sistem insentif di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan
ACHMAD, Nani Sumarni, Sri Werdati, SKM.,M.Kes
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manajemen Rumah SakiLatar belakang: Insentif jasa pelayanan keperawatan merupakan salah satu bagian dari kompensasi perawat. Sejak tanggal 20 Mei 2005 Rumah Sakit Pertamina Balikpapan memberlakukan model insentif yang dasar penghitungannya dibuat sama antara perawat dan non perawat. Para perawat merasa adanya kesenjangan dengan sistem yang diberlakukan karena tidak adanya penghargaan terhadap beban kerja dan kompetensi. Tujuan penelitian: Penelitian bertujuan menyusun kembali sistem insentif yang sedang diberlakukan, dan menyusun usulan model insentif jasa perawat berdasarkan beban kerja dan kompetensi sesuai harapan para perawat, dan beban kerja perawat ini adalah kegiatan asuhan keperawatan yang diberikan perawat kepada pasien secara bio-psikososio- spiritual. Metoda : penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dalam penyelesaiannya dilengkapi data kualitatif yang diawali dengan mendeskripsikan secara komprehensif pekerjaan fungsional perawat. Unit analisisnya adalah 9 ruang rawat inap di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, dan subjek penelitiannya adalah perawat diruang rawat inap. Pengumpulan data awal dilakukan pengisian kuesioner oleh perawat responden dengan pengambilan sampel kelompok (cluster sampling), dan dilakukan focus group discussion untuk menetapkan faktor usulan perbaikan sistem insentif perawat. Hasil penelitian : menggambarkan jumlah tenaga perawat S1 Keperawatan 7 orang/4,46 % dan D3 Keperawatan 150 orang/95,54%. Pasien terbanyak adalah kategori 2(partial care) kemudian kategori 3(total care) dan kategori 1(minimal care), dan waktu ketergantungan pasien kategori I 168 menit, kategori II 214 menit, kategori III 389 menit. Kesimpulannya masih terdapat kekurangan perawat sebanyak 32 orang. Pendapatan tarif asuhan dan tindakan keperawatan sebagai sumber tambahan dana insentif, dan untuk pembagiannya disusun kembali dengan rumusan baru. Adanya ketidak puasan perawat terhadap insentif dan diharapkan adanya perbaikan sistem insentif. Kesimpulan : Penelitian ini dapat disimpulkan jumlah perawat Ruang Rawat Inap masih kurang 32 orang. Beban kerja perawat ternyata melebihi dari jumlah perawat yang ada. Usulan perbaikan sistem insentif perawat yang baru dirancang dengan memperhitungkan beban kerja dan kompetensi sesuai dengan harapan para perawat.
Background : Incentive of nursing care as the part of the nurses compensation because it was contributed as a reward for their job. Nowadays, Pertamina Hospital implemented same the incentive model for nurses and non nurses. Objectives : The study aimed to redesign of incentive model for nurses who worked inpatient rooms, to fulfil of nurses expectation. The incentive model based on nurses workload and the classification of patients. Methods : This method was applaid quantitative analizing off nurses functional job and completely nursing care based on bio psicho socio cultural with qualitative data, and systematically with nurse’s work load as a basic calculation. The unit of analysis was 9 inpatien rooms of Pertamina Hospital Balikapapan. Subject of the study was nurses in inpatien room. The first data collecting of questioner by respondent and focus group discussion was obtained to determine nurse’s incentive factors. Result : The result of the study showed that : 1) number of education level of nurses with there were 4,46 % S1 nursing degre and three years diploma were 95,54 %. Most patients were in second category, continued with third category and the minimal care was first category. Time dependence of first category patients was 168 minutes,second category was 214 minutes,and third category was 389 minutes. The result of calculation, that hospital still need 32 nurses for fulfilment the standard.The incentive of nurse’s service was definite from nursing care tariff income. The distribution of payment was arranged using new formula as expecttations of nurses. Conclusion : The study concluded that number of inpatient nurses more added 32 nurses. Number of patient and its classification changed everyday. Time dependence of patiens with first category (minimal care) was 2 hours and 42 minutes, on second category (partial care) was 3 hours and 36 minutes, and on third category was 6 hours and 30 minutes. Nurses workload was exceeded number of patients, while new incentive system was determined by implementing new factors that adjusted of expectation of nurses.
Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Sistem Insentif,Perawat