Laporkan Masalah

Analisis sistem pelayanan instalasi Farmasi RSUD Masohi Kabupaten Maluku Tengah tahun 2006

WUISAN, Deksy, dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH.,Dr.PH

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manajemen Rumah Saki

Latar belakang: Objek penelitiaan ini penulis fokuskan pada unit instalasi farmasi rumah sakit (IFRS) Umum Daerah Masohi sekaligus merupakan pelayanan apotek satu-satunya yang ada di rumah sakit umum Daerah (RSUD) Masohi yang sangat mempengaruhi sistem pelayanan secara keseluruhan, baik pelayanan rawat jalan, rawat inap, pelayanan unit gawat darurat, pelayanan operasi, pelayanan penunjang berupa radiologi, laboratorium. IFRS Umum Daerah Masohi Kabupaten Maluku Tengah selama ini menjadi sorotan yang sangat tajam dari pasien/keluarga, masyarakat, pemerintah daerah, maupun petugas-petugas rumah sakit itu sendiri, sehubungan dengan pelayanan yang diberikan terhadap pasien, keluarga, masyarakat tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, hal ini terlihat dari beberapa keluhan baik secara langsung maupun lewat media masa. Tujuan: Untuk mengetahui dan membandingkan Sistem Pelayanan Instalasi Farmasi di RSUD Masohi Kabupaten Maluku Tengah, apakah sesuai dengan standarisasi pelayanan Instalasi Farmasi? Metode: Jenis Penelitian ini adalah kualitatif, penelitian ini dipilih karena penulis ingin mengetahui sistem pelayanan instalasi farmasi di RSUD Masohi Kabupaten Maluku Tengah, dengan menggunakan metode pengumpulan data, wawancara mendalam terhadap responden, observasi pengamatan langsung dilapangan Hasil: Input (dana, fisik sarana prasarana instalasi farmasi, sumber daya manusia), Proses (perencanaan, pengadaan/penyimpanan, pendistribusian, dan penggunaan) obat/alkes dan bahan habis pakai, sangat mempengaruhi sistem pelayanan di instalasi farmasi, sehingga Output (kepuasan pasien) menunjukkan 100 % merasa tidak puas Kesimpulan: Ketersediaan dana, fisik sarana prasarana, sumber daya manusia yang tidak memadai dan didukung dengan pengelolaan obat/alkes dan bahan habis pakai mulai dari perencanaan, pengadaan/penyimpanan, pendistribusian dan penggunaan yang tidak efisiensi akan memberikan dampak hasil yang tidak maksimal terhadap kepuasan pasien.

Background: This study is focused or a pharmaceutical installation unit of Masohi Hospital which is the only one available at Masohi Hospital and greatly affects the overall service system, either outpatient, inpatient, emergency, operation, radiology, or laboratory. The pharmaceutical installation recently has become a scruting of patients and their family, public, local government as well as staff of the hospital because the service for patients, families, and the public is not delivered as expected. There are money complaint made directly or indirectly through mass media. Objective: To find out whether the system of pharmaceutical installation service of Masohi Hospital of Maluku Tengah District had been based on standards of pharmaceutical installation service. Method: This was a qualitative study carried out at the pharmaceutical installation of Masohi Hospital, District of Maluku Tengah. Data were obtained from indepth interview and direct observation in the location of the study. Result: Input (budget, physical facilities of the pharmaceutical installation, human resources), process (planning, procurement/storage, distribution, and utilization of drugs/health instruments and operational goods) greatly affected service system of the pharmaceutical installation so that the output (patients' satisfaction) was very poor (100% dissatisfied). Conclusion: The availability of budget, physical facilities and human resources which were inadequate and inefficient management of drugs/health instruments and operational goods either in the process of planning, procurement/storage, distribution or utilization had negative effects to patients' satisfaction.

Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Sistem Layanan,Instalasi Farmasi,pharmaceutical installation, evaluation of performance


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.