Analisis biaya sebagai dasar pengkajian tarif pelayanan di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Honoris Tangerang
NENDRATIRINI, Dita Liselina, Agastya, SE.,MBA.,MPM
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manajemen Rumah SakiLatar belakang : Akuntansi biaya dalam manajemen modern mampu menyediakan informasi untuk memenuhi kebutuhan intern perusahaan. Cost object dalam manajemen modern tidak hanya berfokus pada produk yang dihasilkan tapi juga pada jasa, customer, aktivitas, dan apa saja yang menjadi kebutuhan pengambil keputusan. Salah satu tujuan analisis biaya di rumah sakit adalah untuk penetapan tarif. Penentuan unit cost dalam analisis biaya diperlukan untuk menentukan tarif yang sesuai dengan biaya yang benar-benar terjadi disamping tujuan lainnya seperti mengidentifikasikan sistem akuntansi biaya, menilai efisiensi, dan penetapan anggaran. Keputusan manajemen dalam menetapkan tarif memerlukan informasi unit cost yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unit cost dan analisis biaya pelayanan di ruang ICU RS Honoris Tangerang dengan menggunakan konsep ABC. Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pengambilan datanya menggunakan metode kualitatif dengan observasi pada kegiatan pelayanan di ICU . Unit analisis adalah ruang ICU. Obyek penelitian adalah biaya satuan pelayanan di ruang ICU Sumber data terdiri atas data primer dan data sekunder. Data kuantitatif diperoleh dari data keuangan, SIM RS dan form analisis aktivitas biaya. Data sekunder diperoleh dari catatan medis , Standar Pelayanan Medis di ICU dan sumber-sumber lain yang relevan dengan penelitian ini. Hasil : Unit cost layanan di ICU masih berada diatas tarif yang ditetapkan oleh manajemen rumah sakit kecuali untuk unit cost layanan registrasi dan layanan visite dokter. Unit cost layanan registrasi sebesar Rp. 20.032,63 ; sewa ruang Rp. 813.723.63 ; visit dokter ahli Rp. 69.694.53 ; pemasangan CVP Rp. 88.807.65 ; pemasangan arteri line Rp. 74.520.91 ; pemasangan intubasi Rp. 63.783.24 ; pemasangan pacemaker Rp. 401.285.71 ; pemasangan tracheostomy Rp. 426.996.69. Aktivitas utama yang terjadi di ICU terdiri dari business value added activity dan real value added activity. Kesimpulan : Unit cost layanan di ruang ICU berada diatas tarif yang ditetapkan . Hal ini mencerminkan bahwa tarif yang berlaku belum sesuai dengan biaya riil dalam melakukan layanan terhadap pasien.
Background: Cost accounting in modern management is capable to give information to full fill company intern needs. Cost object in modern management was not just focused on resulted product but on service, customer, activity, and all needs for decision policy. One purpose of cost analysis in hospital was for tariff decision. Unit cost determination in cost analysis was needed to determined tariff that adjusted to real cost, beside other purposes such as to identify cost accounting system, to value efficiency, and to determine estimate. Management decision in determining tariff needed accurate unit cost information Objectives: The study aimed to find out unit cost and service cost analysis in ICU room Honoris hospital Tangerang using ABC concept. Methods: This was descriptive study using qualitative method with observation on ICU service activities. Unit analysis of the study was in ICU room. The object of the study was service unit cost in ICU room. Data were contained of primary and secondary data. Quantitative data was obtained from finance, information system, and cost activity analysis form. Secondary data were obtained from medical record, medical service standard in ICU and other sources that relevant to this study. Results: Registration of service cost unit was Rp. 20.032,63; room rent was Rp. 813.723.63; specialist doctor visit was Rp. 69.694.53; CVP installment was Rp. 88.807.65; artery line installment was Rp. 74.520.91; intubations installment was Rp. 63.783.24; pacemaker installment was Rp. 401.285.71; and tracheotomy installment was Rp. 426.996.69. The activity that can be in ICU was real value added activity and business value added activity. Conclusions: Service cost unit in ICU was above tariff that determined. It shows that tariff prevailed is not adjust to real cost in obtaining service toward patients.
Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Tarif Layanan ICU,activity, unit cost, activity based costing