Laporkan Masalah

Kepuasan kerja dokter spesialis di rawat inap Paviliun Ambun Pagi Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang

ANDRIANI, Liza, drg. Julita Hendrartini, M.Kes

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manajemen Rumah Saki

Latar Belakang: Kepuasan kerja dokter spesialis dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya pengakuan atas prestasi, serta gaji dan insentif. Kinerja dokter spesialis masih kurang, hal itu terlihat dari banyaknya keluhan pasien, absensi yang tidak diisi dan jam visite yang tidak jelas. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pengakuan atas prestasi, gaji dan insentif terhadap kepuasan kerja dokter spesialis di Rawat Inap Paviliun Ambun Pagi RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode Penelitian: Penelitian ini mempergunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional survey. Populasi penelitian adalah semua dokter spesialis di Paviliun Ambun Pagi RSUP Dr. M. Djamil Padang pada bulan Januari 2007, sebanyak 36 orang. Variabel penelitian yang dipergunakan adalah variabel dependen kepuasan kerja dan variabel independen pengakuan atas prestasi, gaji dan insentif/jasa pelayanan. Instrumen penelitian adalah daftar pertanyaan atau kuesioner tertutup dengan menggunakan skala Likert, diperkuat dengan in-depth interview. Skala yang dipergunakan adalah skala interval. Analisis data yang digunakan adalah korelasi untuk melihat hubungan antara variabel dan analisis regresi untuk menentukan seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap dependen. Hasil: Terdapat hubungan antara pengakuan atas prestasi terhadap kepuasan kerja (r=0,641; ρ=0,000; r2=0,410) dengan tingkat korelasi kuat. Diperkuat dengan hasil in-depth interview, bahwa mereka merasa belum ada pengakuan terhadap prestasi kerjanya yang baik. Harapan dokter spesialis terhadap pihak rumah sakit adalah memberikan penghargaan atas prestasi baik dalam bentuk lisan maupun tulisan, memberikan perhatian dan pelayanan yang baik kepada mereka. Terdapat hubungan antara gaji dan insentif/jasa medis terhadap kepuasan kerja (r=0,654; ρ=0,000; r2=0,430) dengan tingkat korelasi kuat. Hasil ini diperkuat dengan in-depth interview, bahwa dokter spesialis merasa insentif/jasa pelayanan yang mereka terima masih rendah. Jasa pelayanan yang diterima dari pasien Askes juga masih rendah di bawah negara-negara sedang berkembang padahal negara tersebut baru saja merdeka, untuk itu perlu dikaji ulang tarif jasa pelayanan dari Askes. Harapan dokter spesialis dapat diwujudkan dengan cara pemberian insentif tepat waktu, transparansi dalam perhitungan, meninjau kembali tentang penetapan jasa pelayanan. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengakuan atas prestasi, gaji dan insentif/jasa medis terhadap kepuasan kerja dokter spesialis. Pihak manajemen rumah sakit harus memberikan penghargaan kepada dokter spesialis atas prestasi kerja dalam bentuk lisan maupun tulisan, memberikan minuman dan makanan, pembuatan papan nama. Pihak manajemen rumah sakit agar memperhatikan pemberian jasa pelayanan sehingga tepat waktu, transparansi data, pembobotan yang jelas terhadap tindakan yang dilakukan, meninjau ulang tarif pelayanan, konsisten dalam menjalankan aturan.

Background: Job satisfaction of specialist physician can be influenced by many factors, such as acknowledgement of achievement, salary and incentive. Specialist physician’s performance is still low. It can be seen from patients’ complaints, unsigned attendance and uncertain visiting hours. The purpose of this research is to know the effect of acknowledgement to achievement, salary and incentive toward specialist physician job satisfaction Ambun Pagi Pavilion Dr. M. Djamil Public Hospital Padang. Method of the Research: This research is a survey by using cross sectional design. Population of this research is all specialist physician Ambun Pagi Pavilion Dr. M. Djamil Public Hospital Padang during January 2007 of 36 people. Variables of this research are job satisfaction as dependent variable and acknowledgement on achievement, as salary and incentive as independent variable. Instrument of this research is interview guidance and closed questionnaire by using Likert scale and in-depth interview. Data analysis was used correlation and regression analysis to know the effect of independent variable to dependent variable. Results: There was a correlation between admission toward achievement and job satisfaction (r=0,641; p=0,000; r2=0,410). Strengthened by indepth interview showed that they do not feel they get acknowledgement toward their job achievement. The specialist physician hope that the hospital officer will give them award for their good achievement in spoken or written form, give them attention and good service. There is a correlation between salary and incentive toward job satisfaction (r=0,654; p=0,000; r2=0,430). This result is strengthened by in-depth interview that specialist physician felt their incentive’s were still lower than the developing coutries even though it is a new independent country. Merit service received from Askes patients’s were also still low. So it should be reviewed. Specialist physician hope that incentive distribution will be on time, transparant in calculation, reviewing merit service decision. Conclusion: There is a positive and significant between acknowledgement toward achievement, salary and incentive to specialist physician’ job satisfaction. Hospital management should give reward to specialist physician toward job achievement in spoken or written form, give them drinks and food services, made of a board name. Hospital management should give them attention, calculation that clear for intervention hospital management, reviewing merit service decision and consistent on operational of regulation.

Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Kepuasan Kerja Dokter Spesialis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.