Laporkan Masalah

Utilisasi pelayanan kesehatan oleh masyarakat miskin di Puskesmas Simpang Pandan Kabupaten Tanjung Jabung Timur Propinsi Jambi

MUSRIL, dr. Kristiani, SU

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. Pe

Latar Belakang. Jumlah masyarakat miskin di Simpang Pandan meningkat dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Rasio masyarakat miskin yang menerima layanan kesehatan cenderung meningkat namun masih dalam kategori rendah. Tujuan Penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan layanan kesehatan di Puskesmas oleh masyarakat miskin di wilayah kerja Puskesmas Simpang Pandan dan mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan pemanfaatan layanan tersebut. Metode Penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik, dengan rancangan cross sectional, menggunakan metode kuantitatif didukung kualitatif. Subyek penelitian ini adalah masyarakat miskin dan kepala Puskesmas Simpang Pandan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor predisposisi, enabling, dan need. Adapun variabel terikat dalam penelitian ini adalah pemanfaatan pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan panduan wawancara mendalam. Hasil. Dari 110 responden, 91,8% telah memanfaatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin di Puskesmas Simpang Pandan, dan 70% memakai kartu Askeskin. Faktor predisposisi yang secara signifikan berhubungan (p<0,05) dengan pemanfaatan layanan kesehatan oleh masyarakat miskin adalah persepsi pasien miskin tentang kualitas pelayanan, dengan keeratan hubungan lemah (coefficient contingency = 0,215) serta pengetahuan tentang layanan dan cara mengaksesnya, dengan keeratan hubungan lemah (coefficient contingency = 0,299). Faktor enabling (jangkauan ke Puskesmas) yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh masyarakat miskin adalah kemudahan dalam menjangkau Puskesmas, dengan keeratan hubungan sangat lemah (coefficient contingency = 0,198). Faktor kebutuhan, baik persepsi pasien miskin tentang keparahan penyakit maupun persepsi tentang kesehatan tidak berhubungan dengan secara signifikan dengan pemanfaatan pelayanan (p>0,05). Faktor paling dominan yang berhubungan dengan perilaku pemanfaatan pelayanan kesehatan adalah pengetahuan tentang layanan dan cara mengakses layanan (ß Exp. = 7,222). Alasan masyarakat miskin memanfaatkan pelayanan kesehatan adalah tingginya pengetahuan tentang layanan dan cara mengakses layanan, kemudahan dalam menjangkau Puskesmas, dan persepsi yang baik tentang kualitas pelayanan tersebut. Kesimpulan. Sebagian besar masyarakat miskin di wilayah kerja Puskesmas Simpang Pandan telah memanfaatkan pelayanan kesehatan yang disediakan. Faktor paling dominan yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan adalah pengetahuan tentang layanan dan cara mengakses layanan.

Background. The number of poor people at Simpang Pandan increases in the past 3 years. The ratio of poor people receiving health services tends to get higher, but still in low category. Objective. The objectives of this research were to get an overview of the utilization of health services at health center by poor people at the working area of Simpang Pandan Health Center and to know the most dominant factor related to the utilization of health services. Methods. This research was an analytical research, with cross sectional design, using quantitative and qualitative methods. The research subjects were poor people, the health officers at Simpang Pandan Health Center, and the head of health center of Simpang Pandan. The independent variables in this research were predisposition, enabling, and need factors. The dependent variable was the utilization of health services by poor people. The instruments employed in the research were questionnaires and in-depth interview guide. Result. From 110 respondents, 91.8% utilized health services for poor people at Simpang Pandan Health Center, and 70% used health insurance for poor people (Askeskin) card. The predisposition factors significantly correlated (p<0.05) with the utilization of health services by poor people were perceptions of poor people on quality, with strength of relations categorized as low (coefficient contingency = 0.215), also knowledge on health services and how to access the services, with strength of relations categorized as low (coefficient contingency = 0.299). The enabling factors significantly correlated (p<0.05) with the utilization of health services by poor people were easiness to reach the health center, with strength of relations categorized as very low (coefficient contingency = 0.198). The need factors, both poor patients’ perceptions on the severity of sickness and their perceptions on health, were not significantly correlated with the utilization of health services (p>0.05). The Most dominant factor that was relatied to the utilization of health of service was the knowledge about service and way of accessing (Exp.ß = 7,222). There were several reasons poor people utilize health services, they were good knowledge on health services and how to access them good perceptions on service quality, easiness to reach the health center. Conclusion. Most of poor people at the working area of Simpang Pandan Health Center have utilized health services provided by Simpang Pandan Health Center. The most dominant factor related to the utilization of health services was knowledge about service and way of accessing service the health center.

Kata Kunci : Layanan Kesehatan,Masyarakat Miskin


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.