Laporkan Masalah

Evaluasi pelatihan pengembangan manajemen kinerja (pmk) perawat dan bidan :: Studi kasus di Kabupaten Kulon Progo dan Kota Yogyakarta

JAIS, Ahmad, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. Pe

Latar Belakang: Pengembangan manajemen kinerja merupakan strategi nasional untuk peningkatan mutu dan kinerja pelayanan keperawatan dan kebidanan. Studi Depkes bersama WHO tahun 2000 di 4 provinsi besar Indonesia menemukan 47,4% perawat belum memiliki uraian tugas, 70,9% perawat tidak pernah mengikuti pelatihan selama 3 tahun terakhir, 39,8% perawat melaksanakan tugas non keperawatan, serta belum tersedia sistem monitoring dan evaluasi kinerja perawat. Tahun 2001, PMK diujicobakan di Sleman dan Magelang, dan 2002 di 6 provinsi lainnya. Evaluasi tahun 2003 menemukan peningkatan yang signifikan kinerja perawat/bidan setelah mengikuti pelatihan PMK. Selanjutnya pelatihan tersebut dinyatakan sebagai kebijakan nasional berdasarkan Kepmenkes nomor 836 tahun 2005. Tujuan: Penelitian ini bertujuanmengukur proses serta efektivitas pelatihan PMK Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus terhadap pelatihan manajer lini pertama perawat/bidan. Unit analisis adalah pelatihan, rumah sakit, dan puskesmas. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung, kuesioner, dan wawancara mendalam yang mengacu pada kerangka evaluasi Kirkpatrick. Variabel penelitian adalah pelatihan PMK dan praktik PMK, dengan sub variabel pelatihan adalah metode, materi, pelatih, dan fasilitas. Pengolahan data kuantitatif dilakukan secara manual dan software komputer, sedangkan untuk data kualitatif dilakukan transkripsi, koding, dan disajikan dalam bentuk teks secara naratif. Hasil: Persepsi peserta tentang metode pelatihan cukup baik dengan nilai rata-rata di atas nilai standar, sedangkan tentang materi, kemampuan pelatih, dan fasilitas masih kurang baik. Terjadi peningkatan 84% nilai postes dan pemahaman peserta terhadap materi mengalami peningkatan yang signifikan. Dari wawancara ditemukan 4 faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku peserta, sedangkan sikap stakeholders pada umumnya mendukung. Kesimpulan: Pelatihan pengembangan manajemen kinerja ini bersifat fungsional. Pendekatan partisipatif dan problem base, meskipun sulit, telah mampu memberikan dampak langsung kepada peserta latih, meskipun efektivitas materi, kemampuan pelatih, dan fasilitas perlu ditingkatkan.

Background: The performance management development of nurses and midwives is a national strategy for improving the quality and performance of nursing and midwive. In 2000, Departement of Health and WHO conducted a research at four province and found that 47,4% nurses did not have job description, 70,9% never gone to training in the last three year, 39,8% of nurse worked non nursing duty. Implementation of performance management development in Indonesia started at 2001. The evaluation of that implementation in 2003, s howed significant development of nurses and midwives performance. In 2005 performance management has national policy base on Kepmenkes 836th. Objective: The purpose of this research is to assess the effectiveness of performance management development training. Method: This research was conducted using a case study on the training for nurses and midwives firstline manager. The objects of this research the are training, hospital and primary health care. Data collection method the research used direct observation, questionnaire, and indepth interview. Quantitative data analysis was carried out by manual and computer software, whereas qualitative data was analyzed by qualitative analysis. Results: The participant’s perception about training method was good, However the training materials, trainer and facilities need to be improved. There was an increasing training materials understanding of 84% in post test, as well as increasing point in each session. Base on interview, there were four factors influence the behavior change of participants. Furthermore, the stakeholders mostly supported the training. Conclusion: Performance management development training was carried out properly, although the training material, trainer competencies and facilities need to be improved.

Kata Kunci : Kebijakan Kesehatan,Pengembangan Manajemen Kinerja Perawat dan Bidan, performance management development, training method, Kirkpatrick evaluation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.