Laporkan Masalah

Pelaksanaan desa siaga percontohan di Puskesmas Cibatu Kabupaten Purwakarta

AZHAR, Taufiq Noor, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. Pe

Latar Belakang : Desa siaga bertitik tolak dari berbagai kegiatan kesehatan di desa yang berbasis pada masyarakat yang ada dewasa ini seperti Posyandu, Polindes, Pos Obat Desa, Dana Sehat, Siap-Antar-Jaga dan lain-lain. Fokus kegiatan desa siaga Kabupaten Purwakarta memberikan perhatian kepada intervensi penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Implementasi kebijakan desa siaga di Kabupaten Purwakarta masih pada tahap kegiatan peningkatan pemberdayaan masyarakat dalam membentuk desa siaga melalui membuat desa siaga percontohan. Desa percontohan ini berada di 2 (dua) Kecamatan yaitu kecamatan Darangdan, terdiri dari 5 Desa dan kecamatan Cibatu terdiri 5 Desa. Tujuan : Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan-kegiatan berbasis masyarakat desa siaga percontohan di Kabupaten Purwakarta Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan rancangan studi kasus. Keyperson berkaitan dengan subyek penelitian yang memberikan informasi adalah Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Farmasi, Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar, Koordinator Bidan Kabupaten, Kepala Seksi Promosi Kesehatan, Kepala Sub.bag Keuangan dan Program, Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator Puskesmas, Kader, Tokoh Masyarakat, Lembaga Sosial Masyarakat dan Bidan di Desa. Hasil : Kegiatan desa siaga percontohan di Puskesmas Cibatu sudah berjalan walaupun belum ada petunjuk yang jelas dalam pelaksanaan desa siaga percontohan. Berbagai kegiatan tersebut didukung dengan pengorganisasian masyarakat, kegiatan revitalisasi posyandu, pelatihan bidan serta fasilitator desa dan adanya pengelolaan dana dari masyarakat guna mendukung pelaksanaan desa siaga percontohan di Puskesmas Cibatu. Kesimpulan : Kegiatan desa siaga percontohan Puskesmas Cibatu dapat memfasilitasi warganya yang tidak mampu,walaupun masih bersifat top down, pelatihan bagi bidan telah meningkatkan ketrampilan bagi fasilitator desa siaga baru mampu membekali pengetahuan, didukung pengorganisasian masyarakat melibatkan beberapa elemen masyarakat yang dikoordinasikan oleh Kepala Desa, promosi kesehatan dengan kegiatan sosialisasi dilakukan di tingkat Kabupaten sampai Desa belum sampai kelompok masyarakat akar rumput, pengelolaan dana bersumber dari masyarakat dan swasta, partisipasi tinggi pada aktivitas fasilitator desa, pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan kegiatan donor darah, ambulan desa serta dana yang bersumber dari masyarakat.

Background: An alert village derives from numerous community based health activities such as Integrated Service Post, Village Childbirth Clinic, Village Drug Post, Health Fund, Alert-Accompany – Care and so on. The focus of alert village activities at Purwakarta District is to give attention to maternal mortality rate and infant mortality rate decrease intervention. The implementation of alert village policies at Purwakarta District is still in the activity of community empowerment improvement by establishing a model alert village. This model village is located at 2 subdistricts, i.e. Darangdan Subdistrict, consisting of 5 villages and Cibatu Subdistrict, consisting of villages. Objective: The objective of the study was to identify community-based activities of a model alert village at Purwakarta District. Method: This study used a descriptive explorative method with case study design. Keypersons who provided information were head of health office, head of health and pharmaceutical service unit, head of basic health service section, coordinator of district midwives, head of health promotion section, health of finance and program sub-unit, head of community health center, community health center coordinating midwives, health cadres, community leaders, community social institution and midwives in the village. Result: Activities of a model alert village at Cibatu community health center had been running although a guideline for the implementation of a model alert village was unavailable. Such activities were supported through community organization, integrated service post revitalization activities, training for midwives and village facilitators and community income generating activities to accelerate the implementation of a model alert village at Cibatu Subdistrict. Conclusion: Activities of model alert village of Cibatu community health center had worked well although some still used top down approaches. Training for village midwives had improved skills in providing health service for mothers and children. Facilitators of the alert village had been given knowledge on alert village program. Some elements of the community participated in the activities of model alert village under the coordination of head of the village. Health promotion was carried out through socialization both at district and village level. Budget for the activities came from the community and private sectors.

Kata Kunci : Kebijakan Kesehatan,Desa Siaga,Partisipasi Masyarakat, Background: An alert village derives from numerous community based health activities such as Integrated Service Post, Village Childbirth Clinic, Village Drug Post, Health Fund, Alert-Accompany – Car


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.