Laporkan Masalah

Hubungan partisipasi suami terhadap kepatuhan ibu memeriksakan kehamilan :: Analisis data SDKI 2002-2003

NURSITO, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, MPH,SpOG(K),PhD

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kes. Ibu dan Anak-Ke

Latar Belakang: Kesehatan maternal merupakan issu yang global terutama di negara sedang berkembang antara lain di Indonesia. Hal ini di buktikan masih tingginya AKI akibat kehamilan di Indonesia sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2002. Jika melihat angka tersebut terjadi namun masih di bawah target Millenium Development Goal (MDG) sebesar 124 per 100.000 kelahiran hidup dicapai dalam tahun 2015.Pemeriksaan kehamilan oleh nakes profesional juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, namun angka ini tidak mendukung angka target nasional sebesar 90 persen pada pemeriksaan kehamilan ≥ 4 kali sebesar 67,1 persen tahun 2002. Dari beberapa penelitian diperoleh hasil bahwa factor suami mempunyai andil untuk meningkatkan jumlah pemeriksaan kehamilan isterinya guna percepatan dan pengurangan morbiditas dan mortalitas maternal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara partisipasi suami terhadap kepatuhan ibu memeriksakan kehamilannya yang dapat memberikan kontribusi untuk suksesnya kebijakan pemerintah. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan data sekunder dan penelitian lapangan dilakukan SDKI 2002/2003 di 26 propinsi. Rancangan penelitian adalah cross sectional. Sampel adalah wanita (isteri) yang pernah melahirkan anak baik hidup maupun meninggal umur < 5 tahun saat disurvei yang berjumklan 14432. Hasil: Pada hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara partisipasi suami dengan kepatuhan ibu memeriksakan kehamilannya (p<0,05, OR=2,99; IK 95 perse:l = 2,8-3,2). Variabel lain yaitu umur ibu, tingkat pendidikan ibu, tenaga pemeriksatempat pemeriksaan kehamilan, dan daerah tempat tinggal ibu secara konsisten berhubungan bermakna pada analisis bivariabel maupun analisis multivariabel (P<0,05). Kesimpulan: Kepatuhan ibu memeriksakan kehamilannya berhubungan bermakna dengan enam faktor yang diteliti yaitu: partisipasi suami, umur ibu, tingkat pendidikan ibu, tenaga pemeriksa, tempat pemeriksaan kehamilan, dan daerah tempat tinggal ibu.

Background: Maternal health was a global issue especially in ,developing countries such as Indonesia. The decreasing maternal death rate from 307 per 100.000 births in 2002 to 334 per 100.000 births in 1997 did not meet the Millennium Development Goal target which was 124 per 100.000 in 2015. The percentage of antenatal care by professional health provider in Indonesia increased from year to year and it reached 67, 1 percent in 2002. However, it did not meet the national target of 90 percent. Various research showed that spouses' had roles in increasing the number of antenatal care to decrease maternal morbidity and mortality. Aim: To find out the relationship between husband participation and mothers' antenatal care compliance to contribute to the success of the government's policy. Methods: This research used secondary data of 26 provinces from IDHS 2002/2003 with cross sectional design. The samples were 14432 mothers who gave birth to children under 5 years regardless alive or dead. Result: The analysis showed that there were significant correlation between husband participation and mothers' antenatal care (p<0,05, OR=3,O, and CI 95 = 2,8-3,2). Mothers' age, educational background, health provider, antenatal care lacation and residence had consistently significant relationship in both bivariable and multivariable analysis. However, mothers' parity and occupation did not have significant relationship towards antenatal care (P

Kata Kunci : Kesehatan Ibu Hamil,Partisipasi Suami,Kepatuhan Pemeriksaan, Husbands' participation, Antenatal Care, compliance


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.