Laporkan Masalah

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penularan Kusta pada Kontak Serumah Propinsi DIY dan Kabupaten Klaten

WARSINI, Sri, dr. Haripurnomo Kushadiwijaya, MPH.,DrPH

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Tropis

Latar belakang: Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang banyak menimbulkan kecacatan fisik didunia, dan Indonesia saat ini berada pada peringkat keempat didunia sebagai negara penyumbang penderita kusta. Fenomena yang sangat menarik adalah meskipun angka prevalensi penderita menurun akibat pengobatan, akan tetapi kasus baru terus saja muncul. Hal ini menandakan terus adanya penularan di masyarakat. Penularan banyak terjadi pada kontak serumah yang dekat dan lama, namun belum diketahui secara pasti faktor risiko yang dapat mempengaruhi penularan kusta pada kontak serumah. Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi penularan kusta pada kontak serumah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain Case-Control. Subyek yang diteliti adalah penderita kusta, keluarga dan tetangga dari penderita yang berada di wilayah Kabupaten Sleman, Kotamadya Yogyakarta dan Kabupaten Klaten. Penelitian dilakukan selama 6 bulan. Analisis data dilakukan dengan cara distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan Chi Square, Odds Ratio (OR), dan analisis multivariat dengan regresi logistik. Hasil: Kejadian penularan kusta pada kontak serumah hanya sebesar 4 responden (11,1%), faktor risiko dari individu yang berperan dalam penularan kusta adalah usia dengan OR 1,66 (95% CI 0,740-3,711), status pernikahan dengan OR 1,54 (95% CI 0,626-3,791) dan pengetahuan dengan OR 2,20 (95% CI 0,655 – 7,368). Faktor risiko dari lingkungan adalah ventilasi dengan OR 2,73 (95% CI 0,936-7,949). Dari hasil analisis multivariat didapatkan 5 variabel utama yang memiliki kontribusi besar terhadap penularan kusta yaitu status pernikahan, kontak dengan penderita, pengetahuan, ventilasi dan pencahayaan rumah dengan kontribusi sebesar 24,6%. Kesimpulan: Kasus penularan pada kontak serumah sangatlah kecil, faktor risiko penularan dari individu adalah usia, status pernikahan dan pengetahuan, sedangkan faktor dari lingkungan adalah ventilasi rumah, namun dibutuhkan lebih banyak data untuk mengambil kesimpulan. Faktor risiko yang memiliki kontribusi besar pada penularan kusta secara bersama adalah status pernikahan, kontak dengan penderita, pengetahuan, ventilasi dan pencahayaan rumah.

Background: Leprosy is a chronic infectious disease that causes many physical disabilities in the world, and Indonesia right now is in the fourth place as the country that contributes leprosy patients. It is an interesting phenomenon that even though prevalence rate of leprosy has decreased because of treatment, but new cases keep growing. It shows that there is spreading in society. Close and long time contact with leprosy patients can increase the risk of leprosy, but the risk factors that influence leprosy transmission in household contact have not clearly described yet. Aim: To find out what are the risk factors that influence leprosy transmission in household contact. Method: This is a descriptive research with Case-Control design. The subjects are leprosy patients, their families and their close neighbors, who live in Sleman district, Yogyakarta city and Klaten district. The research took 6 months. Data analysis has been done with distribution of frequency, bivariate analysis using Chi Square, Odds Ratio (OR) and multivariate analysis with logistic regression. Results: The results show that transmission of leprosy in household contact is in very small amount, there are about four cases (11,1%). The risk factor from person contributing leprosy transmission are age with OR 1,66 (95% CI 0,740-3,711), marital status with OR 1,54 (95% CI 0,626-3,791) and knowledge about leprosy with OR 2,2 (95% CI 0,655 – 7,368). Risk factor from environment is house ventilation with OR 2,73 (95% CI 0, 936-7,949). Multivariate analysis result shows that there are 5 main variables that have big contribution in leprosy transmission which are marital status, contact with leprosy patients, knowledge, ventilation, and house lighting with contribution as much as 24,6%. Conclusion: the leprosy transmission in household contact is very small. Risk factors from person that contribute leprosy transmission are age, marital status and knowledge, from environment is house ventilation, but it needs more data to get conclusion. Risk factors that have large contribution when combined in leprosy transmission are marital status, contact with leprosy patients, knowledge, ventilation and house lighting.

Kata Kunci : Kusta,Penularan,Kontak Serumah,household contact, transmission, leprosy, risk factors


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.