Laporkan Masalah

Sikap dan perilaku penanggungjawab kaitannya dengan kondisi Higiene sanitasi jasa boga di Kota Yogyakarta

ARSYAD, Gusman, Prof.Dr.dr. Soebijanto

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja (Ilmu Kesehatan Lingkungan

Latar Belakang : Meningkatnya aktivitas pekerjaan masyarakat di luar rumah, pesatnya perkembangan pembangunan di berbagai bidang, seiring dengan kemajuan zaman berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan masyarakat akan jasa pelayanan makanan terolah termasuk dari usaha jasaboga. Makanan yang dipersiapkan oleh jasaboga sangat potensial menyebabkan keracunan dan penyakit akibat makanan bila tidak dikelola dengan baik termasuk persyaratan higiene sanitasi jasaboga itu sendiri. Di Yogyakarta pada tahun 2005 terjadi 5 kasus keracunan makanan dengan 298 orang penderita yang salah satunya disebabkan karena mengkonsumsi makanan yang dipersiapkan oleh jasaboga dengan jumlah penderita 52 orang. Tujuan : Untuk mengetahui dan menganalisis sikap dan perilaku penanggungjawab dalam penerapan persyaratan higiene sanitasi jasaboga sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Metode : Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Subjek penelitian adalah penanggungjawab jasaboga sebanyak 48 orang yang terdaftar sebagai anggota Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Kota Yogyakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan metode interaktif model. Hasil : Jasaboga yang ada belum memenuhi secara keseluruhan persyaratan higiene sanitasi yang diobservasi. Berdasarkan nilai rata-rata hasil observasi 60,7% jasaboga mempunyai higiene sanitasi kategori baik dan 30,3% kurang baik. Semua jasaboga golongan A3 mempunyai higiene sanitasi kategori baik, 40% jasaboga golongan A2 mempunyai higiene sanitasi kategori baik dan 60% kurang baik. Sebanyak 97,30% jasaboga tidak memiliki sertifikat laik higiene sanitasi, penanggungjawab mempunyai sikap yang positif terhadap penerapan higiene sanitasi tetapi penanggungjawab belum menerapkan persyaratan higiene sanitasi jasaboga sesuai ketentuan yang berlaku.

Background: Increasing productive outdoor activities of the community, rapid growth of development in all sectors in line with advancement of the era bring impact to increasing needs of the community for ready food service including catering service business. Foods provided by catering service may have potentials to cause food poisoning and foodborn diseases if they are not appropriately handled based on hygiene requirements. In Yogyakarta there were 5 cases of food poisoning with 298 victims. One of the cases was caused by a catering service with 52 victims. Objective: To identify and analyze attitude and behavior of catering service managers in implementing hygiene requirement of catering service sanitation. Method: The study was qualitative with case study design. The subject were as many as 48 managers of catering service registered as members of Indonesian Catering Service Business Association at Yogyakarta Municipality. Data were obtained through observation sheets and indepth interview. Data analysis used interactive model method. Result: Not all catering services had fulfilled hygiene requirements of sanitation observed. In average 60.7% of catering service had good sanitation and 30.3% had inadequate sanitation. All catering services of type A3 had good hygiene sanitation, 40% of catering service type A2 had good hygiene sanitation and 60% had inadequate sanitation. As much as 97.30% of catering service did not have certificate of hygiene sanitation, managers had positive attitude toward the implementation of hygiene sanitation but they had not fulfilled hygiene requirements of catering service sanitation.

Kata Kunci : Kesehatan Lingkungan, Jasa Boga,Higiene Sanitasi, Sikap dan Perilaku.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.