Perbandingan korelasi penentuan tinggi badan antara metode pengukuran panjang tibia perkutaneus dan panjang telapak kaki
AFLANIE, Iwan, dr. Yudha Nurhantari, Ph.D.,Sp.F
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinis (Kedokteran Forensik)Identifikasi adalah penentuan atau penetapan identitas orang hidup ataupun mati, berdasarkan ciri-ciri yang khas yang terdapat pada orang tersebut. Penentuan tinggi badan menjadi penting artinya pada keadaan jika yang harus diperiksa adalah tubuh yang telah terpotong-potong atau yang didapatkan hanya rangka, atau sebagian tulang saja. Perkiraan tinggi badan dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan regresi. Keakuratan dari sebuah persamaan regresi dalam menetukan tinggi badan seseorang dipengaruhi oleh pola dan hubungan yang proporsional antara berbagai ukuran bagian tubuh, yang dikenal dengan konsep allometri. Hubungan allometri antar tulang bersifat sistematis namun tidak eksak. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional analitik. Hasil yang diamati adalah bentuk persamaan regresi dan koefisien korelasi metode pengukuran panjang tibia perkutaneus dan telapak kaki terhadap tinggi badan. Analisis hasil penelitian dilakukan dengan membandingkan koefisien korelasi kedua metode pengukuran tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode pengukuran panjang tibia perkutaneus memiliki korelasi lebih kuat terhadap tinggi badan dibandingkan metode pengukuran panjang telapak kaki. Koefisien korelasi (r) untuk metode pengukuran tibia perkutaneus adalah 0,756 untuk tibia kanan dan 0,726 untuk tibia kiri, dengan bentuk persamaan regresi Y = 68,499 + 2,632X untuk tibia kanan dan Y = 71,921 + 2,529X untuk tibia kiri. Koefisien korelasi (r) untuk pengukuran panjang telapak kaki adalah 0,717 untuk telapak kaki kanan dan 0,714 untuk telapak kaki kiri, dengan bentuk persamaan regresi Y = 73,613 + 3,781X untuk telapak kaki kanan dan Y = 74,214 + 3,756X untuk telapak kaki kiri. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode pengukuran panjang tibia perkutaneus memiliki korelasi lebih kuat terhadap tinggi badan seseorang dibandingkan dengan metode pengukuran panjang telapak kaki.
Identification is stipulating or determining of dead or life person identity, based on distinctive feature founded on people. Body height determination has important mean in the situation where which must be checked is body pieces or skeleton, or only part of bones. Height estimation can be obtained by using formula of regression. Accuracy of regression formula in determining a person height influence by pattern and proporsional between varios measure of part of the body. It is known by allometri concept. The allometri relation between bones are systematic but not exact. Research design used is sectional cross analysis. The result observed is in the equation form of regression and level of correlation coefficient from both equation form. Analysis of researh result done by comparing coefficient correlation from tibia percutaneus measurement method and foot palm lenght measurement method. The result of this research showed that tibia percutaneus measurement lenght method has stronger correlation with height compared to measurement method of foot palm lenght. Coefficient correlation (r) of tibia percutaneus measurement method is 0,756 for right tibia and 0,726 for left tibia, with equation form of regression Y = 68,499 + 2,632X for right tibia and Y = 71,921 + 2,529X for left tibia. Coefficient correlation (r) of foot palm lenght measurement method is 0,717 for right foot palm and 0,714 for left foot palm, with equation form of regression Y = 73,613 + 3,781X for right foot palm and Y = 74,214 + 3,756X for left foot palm. Conclusion of this research is percutaneus measurement lenght method has stronger correlation with height compared to measurement method of foot palm lenght.
Kata Kunci : Kedokteran Forensik,Identifikasi,Tinggi Badan,Panjang Tibia Perkutaneus dan Panjang Telapak Kaki, body height, tibia percutaneus lenght, long of palm foot