Laporkan Masalah

Hasil guna penghambat interleukin-1 (IL-1) Diacerein Plasebo pada Osteoartritis Lutut

BONDAN, dr. Nyoman Kertia, Sp.PD-KR

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinis (Ilmu Penyakit Dalam)

Osteoartritis (OA) adalah slah satu bentuk dari penyakit muskulo skeletal yang sering terjadi dan merupakan penyabab ketidakmampuan fisik tersebar kedua di dunia. Pengobatan yang dapat menyembuhkan OA sampai saat ini belum ditemukan. Diacerein adalah penghambat interleukin-1 (IL-1), saat ini digunakan sebagai alternatif dalam pengobatan OA. Saat ini belum ada petanda biologi yang patognomonik untuk menilai suatu keberhasilan terapi dari OA. Matriks metaloproteinase (MMP) penting untuk perubahan matriks tulang dan memainkan peranan yang penting di dalam kondidi patologis seperti OA. Matriks metaloproteinase merupakan enxym proteolitik yang dapat mendengadrasi komponen matriks ekstraseluler. Kadar MMP-3 cairan sendi pada penderita OA lebih tinggi dibandingkan metaloproteinase lainnya. Untuk mengetahui hasil guna pemberian penghambat interleukin-1 (IL-1) dibanding paracetamol terhadap kadar matriks metaloproteinase 3 (MMP 3) cairan sendi dan gradasi klinis (VAS & WOMAC) pada penderita OA lutut. Penelitian ini menggunakan metode uji klinis buta ganda acak dengan subyek penelitian ini adalah penderita OA yang baru terdiagnosis dan belum memperoleh terapi sebelumnya yang kontrol di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Penderita yang memenuhi kriteria dilakukan pemeriksaan kadar MMP 3 cairan sendi dan penilaian VAS&WOMAC setelah itu dilakukan randomisasi dan dikelompokkam dalam kelompok perlakuan yang mendapat terapi penghambat interleukin-1 (IL-1) diacerein 2 x 50 mg/hari dan kelompok kontrol yang mendapat parasetamol 2 x 500 mg. Kedua kelompok diamati selam 2 bulan dan setelah itu dilakukan pemeriksaan terhadap kadar MMP 3 cairan sendi dan penilaian VAS & WOMAC. Hasil akhir yang diharapkan dari penelitian ini adalah perbedaan rerata kadar MMP 3 cairan sendi dan masing-masing gradasi klinis (VAS&WOMAC) antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Data lain yang diperoleh pada penelitian ini adalah umur, jenis kelamin, lama nyeri, dan efek samping uji statistik yang digunakan adalah Uji-t untuk dua kelompok tidak berpasangan untuk menilai hubungan antara variabelvariabel numerik adalah 0,05 (95% CI). Kekuatan/power (1-βuji statistik yang digunakan 80% (β=20%).

Osteoarthritis (OA) is one of the most musculoskeletal disease and the 2nd place to causes of disability in worldwide. Still no definite therapy for this disease. Diacerein as an anthraquinone derivative is an interleukin-1 (IL-1) inhibitor, used as an alternative treatment in OA. Until now still no patognomonic biological indicator to evaluate the successfully from OA therapy. Matrix metalloproteinase (MMP) is an important thing due to matrix turn over and has main role in pathological conditions like OA. Matrix metalloproteinase-3 is a proteolytics enzyme to degrade the extracellular matrix components. The MMP-3 levels on OA patients higher than others metalloproteinase. The aim of this study to characterize the impact of interleukin-1 (IL-1) inhibitor compared with paracetamol to the level of Matrix metalloproteinases-3 (MMP-3) synovial and clinical gradation VAS & WOMAC scores on patients with knee OA. The method for this study is double blind randomized controlled trial. The subjects are new patients from outpatients Internal Medicine Department Dr. Sardjito General Hospital, Jogjakarta which diagnosed by ACR 1986 criteria and never receipt medicine before. After eligible for the study the patient’s get synovial fluid were examined for MMP-3 levels in and take VAS & WOMAC scoring. The subject randomized due to grouping the patients. The first group is receipt interleukin-1 (IL-1) inhibitor diacerein 50 mg twice daily and other group receipt paracetamol 500 mg twice daily. Both of groups were evaluate for two months and get the examined of MMP3 synovial and VAS&WOMAC scores. The final results for this study are the differentiation levels of MMP-3 synovial and VAS & WOMAC between two groups. Others data’s like age, sex, adverse events analyzed by t-test for unpaired groups mean to determine significant or not scores. Multiple regression used to determine association among numeric variables. The significant level was α=0.05 (95% CI). The power (1-β) for this analysis was 80% (β=20%).

Kata Kunci : Osteoartritis Lutut,MMP3,Penghambat IL,1, osteoarthritis, MMP-3, VAS, WOMAC, diacerein, randomized


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.