Penyelesaian Kredit Ritel Bermasalah dengan Jaminan Hak Tanggungan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Bantul Pasca Gempa Tektonik di Kabupaten Bantul
RAHMIATI, Siti Ranti, Mustafa, SH.,MS
2007 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan upaya-upaya apa yang dapat dilakukan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam melindungi kepentingannya dalam hal debitur pada posisi force majeure pasca gempa tektonik dan untuk mengetahui kedudukan hak tanggungan sebagai jaminan kredit ritel dalam hal obyek hak tanggungan mengalami kerusakan akibat gempa tektonik. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yang dilengkapi dengan penelitian empiris. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui penelitian lapangan dengan cara wawancara dengan responden dan narasumber, sedangkan data sekunder diperoleh dari bahan hukum primer dan sekunder yang diperoleh dari penelitian kepustakaan. Data-data yang telah terkumpul dianalisis secara kualitatif dan dibuat dalam laporan yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa upaya yang dilakukan BRI untuk melindungi kepentingannya adalah dengan melakukan restrukturisasi kredit nasabah debitur terkena gempa dengan mengedepankan negosiasi para pihak, untuk mendapatkan penyelesaian kredit bermasalah pasca gempa dengan setepatnya dan seadilnya bagi kedua belah pihak. Restrukturisasi ini dilaksanakan dengan perlakuan khusus, sesuai dengan ketentuan dari Bank Indonesia, yang dilaksanakan sampai dengan akhir Juni 2009. Apabila tanah beserta bangunan yang berdiri di atas tanah hak tersebut yang diagunkan dengan lembaga jaminan hak tanggungan, mengalami kerusakan pada pasca gempa, sehingga kondisi bangunan dan tanahnya secara fisik sudah tidak seperti sediakala, tidak akan mempengaruhi kedudukan hak tanggungan itu sendiri. Agunan yang mengalami kerusakan akan mempengaruhi nilai agunannya. Dengan demikian selama tanah yang diagunkan masih ada dan hak atas tanah tersebut masih melekat, kedudukan hak tanggungan tetap eksis.
The research aims to investigate legal measure by PT. Bank Rakyat Indonesia (Pty.) of Bantul in securing the interest of post-earthquake force majeure debtors, and to study the legal status of security right in credit for retail in he case of damage due to the earthquake. The research is a juridical-normative research completed with an empirical research. The research employs both primary and secondary data. Primary data are obtained from field research through interview with respondents and resource person. Secondary data, on the other hand, are obtained from library research through examination of primary and secondary legal materials. Subsequently, the data collected are analyzed using qualitative analysis and are presented in a descriptive report. The results show that the legal measure taken for post-earthquake bad credit settlement is in the form of credit restructuring through negotiation intended to obtain the best solution for each engaged party. The restructuring is carried out under exclusive treatment regulated by The Bank of Indonesia and should be completed by the end of June 2009. In the case that the estate being put as collateral suffered damage due to earthquake, the legal status of the security right remains valid as long as the estate is evident. However, the condition results in changes in value.
Kata Kunci : Hukum Perbankan,Kredit Bermasalah,Restrukturisasi Pasca Gempa,post-earthquake bad credit settlement, restructuring, security right