Laporkan Masalah

Relevansi Konvensi Kejahatan Penerbangan dalam undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme di Indonesia

FIUSER, Hendri, Prof.Dr. Nindyo Pramono, SH.,MS

2007 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Hukum Bisnis)

Penelitian tentang Relevansi Konvensi Kejahatan Penerbangan Dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Di Indonesia merupakan penelitian yuridis normatif. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah mengetahui perbedaan yang terdapat dalam kejahatan penerbangan yang termasuk ke dalam tindak pidana terorisme atau bukan menurut konvensi kejahatan penerbangan yang telah diratifikasi oleh Indonesia. mengetahui relevansi Konvensi tentang Kejahatan Penerbangan terhadap perundang-undangan nasional khususnya Undang-Undang mengenai Tindak Pidana Terorisme. Data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan didukung data primer dari lapangan selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kejahatan internasional, khususnya kejahatan terhadap penerbangan telah menemukan bentuk barunya melalui tindak pidana terorisme. Relevansi antara Konvensi Kejahatan Penerbangan dengan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tersebut dapat dilihat melalui dimasukkannya substansisubstansi dari konvensi internasional mengenai kejahatan penerbangan yang memuat unsur-unsur kejahatan terorisme ke dalam Pasal 8 Undangundang No. 15 tahun 2003.

The research on Relevance of Convention of Crime of Air Transport In Act No. 15 of 2003 About The elimination of Criminal Act of Terrorism In Indonesia is a juridical normative research. The research aims to find out difference which is there are in crime of air transport which is the inclusive of into criminal act of terrorism or non according to convention of crime of air transport which have been ratified by Indonesia. To find out relevance Convention about crime of Air transport to national legislation specially constitution about criminal act of Terrorism. The secondary data obtained from bibliography study supported by primary data from field was then analyzed qualitatively. The research results reveal that international crimes growth, specially crime to air transport have found the its new form through criminal act of terrorism. Relevance of between Convention of crime of Air transport with the Act No. 15 of 2003 the visible from including of important thing from international convention about crime of air transport contain elements of terrorism crime into Article 8, The Act No. 15 of 2003.

Kata Kunci : UU No 15 Tahun 2003,Tindak Pidana Terorisme,Kejahatan Penerbangan, Relevance, Convention, Crime of Air Transport


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.