Laporkan Masalah

Analisis permintaan dan penawaran beras di Indonesia

NUGRAENI, Sri Harjanti, Dr.Ir. Any Suryantini, MM

2007 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Beras merupakan bahan pangan utama untuk sebagian besar masyarakat Indonesia, maka masalah yang muncul pada komoditas tersebut selalu menarik untuk dikaji. Penelitian ini mengenai analisis permintaan dan penawaran beras di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan beras di Indonesia, (2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran beras di Indonesia, (3) Menduga harga beras estimasi di Indonesia dan (4) Menduga estimasi jumlah permintaan dan penawaran beras di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data time series periode tahun 1979 – 2005. Alat analisis yang digunakan adalah model ekonometrika persamaan simultan dengan metode analisis Two Stages Least Square (TSLS) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga kedelai di tingkat konsumen dan pengadaan beras secara individual sebesar 1% akan menyebabkan peningkatan jumlah permintaan beras sebesar 0,4819% dan 0,0278%, sedangkan peningkatan harga jagung sebesar 1% akan menyebabkan penurunan jumlah permintaan beras sebesar 0,3595%. Kenaikan 1% pada harga kedelai ditingkat produsen, harga dasar gabah dan produktivitas padi secara individual mengurangi jumlah penawaran beras sebesar 0,6111%, 0,7524% dan 1,135%, sedangkan peningkatan luas areal padi sebesar 1% akan menyebabkan meningkatkan jumlah penawaran beras sebesar 2,7675%. Estimasi harga beras dalam jangka panjang cenderung lebih rendah dari harga keseimbangan, berarti penawaran (supply) melebihi permintaan (demand). Permintaan beras aktual dalam jangka panjang mendekati permintaan beras keseimbangan, begitupula penawaran beras aktual dalam jangka panjang mengarah atau mendekati dengan penawaran beras keseimbangan. Penawaran beras aktual lebih tinggi daripada permintaan beras aktual. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan beras di Indonesia telah terpenuhi oleh beras yang ditawarkan.

Rice is a staple food for the most of Indonesians. It is almost consumed in all parts of Indonesia. This research concerns with the analysis of demand and supply of rice in Indonesia. The aims of the research were: (1) To understand the factors that affect demand and supply of rice in Indonesia, (2) To estimate the equilibrium price of price and rice quantity. This research used time series data of year 1979-2005 with simultaneous equations model of econometrics and Two Stages Least Square (TSLS) method to analyze factors that affect demand and supply of rice. The results shows that 1% increase of supply of rice and soybean price caused 0,4819% and 0,0278%, increase of rice demand respectively, while 1% increase of maize price caused 0,3595% decrease of rice demand. A 1% increase of soybean price, floor price of unhusked rice and productivities of paddy caused 0,6111%, 0,7524% and 1,135% decrease of rice supply respectively, while 1% increase of paddy harvest area caused 2,7675% increase of rice supply. Estimation of rice price in the long run keep away from equilibrium price, meaning that supply was higher than demand. The actual demand of rice approached equilibrium demand in the long run, and so the actual rice supply in the long run was close to equilibrium supply. The actual rice supply was higher than the actual rice demand. This situation indicates that rice demand in Indonesia has already been fulfilled by the supply.

Kata Kunci : Beras,Permintaan dan Penawaran, rice, supply, demand, equilibrium price


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.