Laporkan Masalah

Struktur dan keterkaitan industri manufaktur terhadap Output dan kesempatan kerja di Jawa Tengah :: Analisis input output 2000-2004

MAHARANI, Rr. Kurnia, Prof.Dr. Dibyo Prabowo, M.Sc

2007 | Tesis | S2 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembanguan

Di Indonesia, sebagaimana di banyak negara berkembang lainnya, sektor industri disiapkan untuk mampu menjadi motor penggerak kemajuan sektor-sektor ekonomi lainnya. Untuk itu pola pengembangan sektor industri yang seimbang dan efisien sangatlah penting, bukan hanya akibat dari kontribusinya pada pertumbuhan output dan pendapatan, tetapi juga terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dan sumbangannya terhadap peningkatan devisa melalui kegiatan ekspor. Sektor industri merupakan sektor yang paling menarik bagi investor dalam negeri maupun investor asing di Jawa Tengah terkait dengan posisinya yang memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi. Investor dalam negeri maupun investor asing lebih banyak menanamkan modalnya di sektor industri pengolahan dibanding sektor-sektor lainnya. Sektor industri menjadi sektor andalan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Penyerapan tenaga kerja dalam sektor industri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi masalah pengangguran, maka pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana keterkaitan, struktur industri dan dampaknya terhadap output dan kesempatan kerja di Jawa Tengah Hasil penelitian, menunjukkan bahwa secara keseluruhan terjadi peningkatan angka pengganda output dan pendapatan pada tahun 2000 dibanding tahun 2004. Angka pengganda output pada tahun 2000 yang terbesar adalah industri pakaian jadi yaitu sebesar 2,96, industri tekstil jadi dan tekstil lainnya yaitu sebesar 2,95, dan industri barang lainnya yaitu sebesar 2,79. Pada tahun 2004, angka pengganda output yang tertinggi adalah industri pemintalan. Angka pengganda pendapatan tertinggi pada tahun 2000 adalah industri minuman, sedangkan pada tahun 2004 adalah industri kimia dan pupuk. Angka pengganda tenaga kerja yang menunjukkan dampak perubahan permintaan akhir terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor industri manufaktur pada tahun 2004 yang terbesar adalah sektor industri kimia dan pupuk, yang kedua adalah industri pengilangan minyak, dan ketiga adalah industri makanan ternak Angka keterkaitan ke depan langsung bertujuan untuk mengukur seberapa besar keterkaitan langsung output sektor industri terhadap sektor-sektor dalam perekonomian. Pada tahun 2000 dan 2004 yang memiliki angka keterkaitan ke depan langsung terbesar adalah industri kimia dan pupuk. Angka keterkaitan ke depan total terbesar pada tahun 2000 dan 2004 juga industri kimia dan pupuk Jika dilihat dari seberapa besar output sektor-sektor dalam perekonomian yang digunakan secara langsung maupun tidak langsung sebagai input sektor industri tersebut ( angka keterkaitan ke belakang total) pada tahun 2000 adalah industri pakaian jadi dan pada tahun 2004 adalah industri pemintalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2004 industri pemintalan mempunyai angka keterkaitan langsung dan total terbesar.

In Indonesia, like all the other developing countries, the industrial sector is prepared to be the capable motivator for the development of economic sectors. The balanced and efficient development pattern of the industrial sector is very important, not only as the result of its contribution to the output and revenue but also for the creation of employment and its contribution to the increase in foreign exchange through export. The result of this research shows that generally there is an increase in the output multiplier rate and the revenue of the year 2000 compared to the year 2004. The highest output multiplier rate in the year 2000 is in cloth industry, which is 2.96, whereas in the textile industry and other textiles it reached 2.79. In 2004 the output multiplier rate reached the highest in textile industry. The highest revenue multiplier rate in the year 2000 is in the beverage industry whereas in 2004 it is in chemical and fertilizer industry. The highest employment multiplier rate which shows great impact on the increase in the demand for employees in manufacture industry in 2004 is the chemical and fertilizer industry, followed by oil mill industry and livestock food. The direct future correlation rate is objected to find out how the output in the industrial sector is directly correlated with the other economic sectors. In 2000 and 2004 the sector which shows the highest direct future correlation rate is chemical and fertilizer industry. The total highest direct future correlation rate in 2000 and 2004 is also in chemical and fertilizer industry. Viewed from the amount of output in the economic sectors both used directly and indirectly as the input in those industrial sectors (the total past correlation rate) in the year 2000 is in cloth industry and in the year 2004 the textile industry. The result of the research shows that in the year 2004 textile industry has the highest rate in the direct and total correlation.

Kata Kunci : Industri Manufaktur,Kesempatan Kerja, Input-Output Analysis, Backward Linkage, Forward Linkage, Income multiplier, Employment Multiplier, Output Multiplier


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.