Laporkan Masalah

Kemampuan analisis laporan keuangan untuk memprediksi Return saham dikatagori oleh jenis industri dan kepatuhan penyajian Segmental :: Bursa Efek Jakarta 2001-2005

NURSASMITO, Irfan, Prof.Dr. Mas'ud Machfoedz, MBA

2007 | Tesis | S2 Akuntansi

Kemampuan Analisis Laporan Kenangan untuk Memprediksi Return Saham Dikategori oleh Jenis Industri dan Kepatuhan Penyajian Laporan Segmental (Bursa Efek Jakarta 2001-2005) Financial Statement Analysis Ability to Predict Stock Returns Categorized by Industries and Obedience of Segmental Report (Jakarta Stock Exchange 2001-2005) Oleh : Irfan Nursasmito Program Studi : Akuntansi Instansi Asal : Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Pembimbing : Prof. Dr. Mas’ud Machfoedz, MBA., Ak. INTISARI Peneliti terdahulu yang berkaitan dengan manfaat laporan keuangan fundamental terdapat dua kubu yang berseberangan, yang pertama mengatakan bahwa laporan keuangan fundamental bermanfaat untuk memprediksi nilai perusahaan (Gibson, 1986), dan yang kedua mengatakan bahwa manfaatnya sangat minim, atau tidak ada manfaatnya bagi pengguna eksternal (O’Conor, 1973; Deakin, 1976). Penelitian ini berada pada pihak pertama, yaitu: bahwa rasio-rasio keuangan bermanfaat untuk memprediksi nilai perusahaan. Oleh karena itu penelitian ini akan menguji: (1) apakah analisis keuangan fundamental mampu untuk memprediksi nilai perusahaan, (2) apakah kategori industri memoderasi hubungan antara rasio keuangan dengan nilai perusahaan, (3) apakah kategori keputuhan pelaporan segmental memoderasi asosiasi antara rasio keuangan dengan nilai perusahaan, dan (4) apakah kategori industri dan kepatuhan pelaporan segmental secara simultan memoderasi hubungan antara rasio-rasio keuangan dengan nilai perusahaan. Return saham sebagai proksi terhadap nilai perusahaan sebagai variabel dependen, dan rasio-rasio keuangan sebagai variabel independen yang digunakan adalah sesual dengan yang dipakai Ou dan Penman (1989) yaltu sebanyak 68 rasio. Sedangkan jenis industri dan laporan segmental sebagai variabel independen baru yang dimasukkan dalam penelitian, tujuannya untuk mengetahui apakah dua variabel tersebut memoderasi rasio keuangan dalam hubungannya dengan return saham. Hasil penelitian yang diharapkan adalah keduanya akan mempengaruhi hulBmgana1xrkd1autä BEJ 2001-2005, temuan penelitian menunjukkan bukti bahwa (1) terdapat asosiasi antara rasio-rasio keuangan dengan return saham (walaupun hanya dua rasio dan jumlah 63 rasiorasio keuangan), (2) industri pertambangan membuktikan bahwa secara ketegoris memiliki pengaruh terhadap asosiasi rasio keuangan dengan return saham, yang berbeda dengan kategori industri laìnnya, (3)laporan segmen produk juga menunjukkan bahwa secara kategoris mempengaruhi hubungan antara rasio keuangan dengan return saham, yang berbeda secara kategoris dengan laporan segmen lainnya. Untuk penelitian mendatang disarankan untuk menggunakan data laporan keuangan auditan langsung dan masingmasing perusahaan, memilih perioda yang terbebas dan pengaruh yang tajam dan perubahan nilai rupiah atas dollar Amerika. Hal tersebut disarankan karena data yang dianalisis dalam penelitian ini sangat terpengaruh dengan kondisi tersebut yang memungkinkan hasil penelitian menjadi bias. Kata kunci : laporanfundamental, rasio-rasio keuangan, return saham, jenis industri, dan laporan segmental.

The prior researcher that’s interlaced with benefits of fundamental financial ratios is cross into two opposite sides, the first said that fundamental financial ratios is useful to predict the corporate value (Gibson, 1986), and the second one said that the use is minimum, or even useless to the external user (O’Connor, 1973; Deakin, 1976). This research is on the first side, that is: financial ratios are useful to predict the corporate value. Therefore, this research will evaluate: (1) whether fundamental financial analysis able to predict the corporate value, (2) whether industrial category is moderating the association between financial ratios and corporate value, (3) whether obedience of segmental report category is moderating the association between financial ratios and corporate value, and (4) whether industrial category and the obedience of segmental report are simultaneously moderating the association between financial ratios and corporate value. Stock returns, as a proxy to the company’s value, is a dependent variable, and financial ratios as the independent variables used, is appropriate with the variables that are used by Ou and Penman (1989), is 68 ratios. Whereas, the kind of industrial and the segmental report as new independent variables that are included in the research, are used to understanding whether those two variables are moderating the financial ratios in term of stock returns. The result of this research is expecting that those two variables are affecting that association. Based on data in BEJ 2001 – 2005, the research finding showed the evidence that; (1) there’s an association between financial ratios and stock returns (although just two ratios from 63 financial ratios), (2) mining industries proved that categorically had an affection to the financial ratios and stock returns, which is categorically different from other industries, (3) product segment reports also showed that categorically affecting the relation between financial ratios and stock returns, which is categorically different from other segment reports. For the future research, it is suggested; (1) to use the direct audited financial report’s data from each company, (2) to choose the period that’s not affected from the influence of changing value of rupiah to American dollar. Those are suggested because the data that will be analyzed on this research is so influenced by those conditions, and that probably will make the research’s result become bias.

Kata Kunci : Laporan Keuangan,Return Saham, fundamental report, financial ratios, stock returns, kind of industry, and segmental report


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.