Pertumbuhan bibit anggrek Dendrobium pada berbagai media tanam
GUSNAWATI, Dr.Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc
2007 | Tesis | S2 AgronomiPenelitian tentang pertumbuhan bibit anggrek Dendrobium pada berbagai media tanam telah dilaksanakan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada bulan Mei 2006 sampai Nopember 2006. Penelitian bertujuan untuk menentukan media tanam yang terbaik terhadap morfologi dan fisiologi pertumbuhan anggrek Dendrobium serta mendeteksi mikorisa yang menginfeksi perakaran anggrek Dendrobium. Rancangan penelitian tentang pengaruh berbagai media tanam terhadap pertumbuhan bibit anggrek Dendrobium ini disusun dalam rancangan acak lengkap yang diulang tiga kali. Setiap unit percobaan terdiri atas 5 pot. Media tanam sebagai perlakuan dalam penelitian ini adalah 8 macam, yaitu arang ; arang + tanah (1 : 3); arang + pasir (1 : 3); arang + pupuk kandang (1 : 3); arang + tanah + pasir (1 : 1,5 : 1,5); arang + tanah + pupuk kandang (1 : 1,5 : 1,5); arang + pasir + pupuk kandang (1 : 1,5 : 1,5); dan arang + tanah + pasir + pupuk kandang (1 : 1 : 1 : 1). Variabel morfologi dan fisiologi pertumbuhan anggrek yang diamati adalah pertambahan jumlah daun, pertambahan panjang daun, pertambahan lebar daun, jumlah akar, panjang akar, volume akar, pertambahan tinggi tanaman, pertambahan diameter pseudobulb, pertambahan jumlah anakan, bobot kering, pengamatan jaringan perakaran tanaman anggrek dan identifikasi jamur pada akar (jumlah akar yang terinfeksi jamur). Data yang diperoleh dianalisis sidik ragam menurut kaidah rancangan acak lengkap dengan taraf α = 5%. Apabila terdapat beda nyata antar perlakuan media tanam dilanjutkan dengan uji Duncan taraf α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa macam media tanam tidak berpengaruh terhadap morfologi dan fisiologi pertumbuhan bibit anggrek Dendrobium. Jamur yang bertindak sebagai mikorisa pada tanaman anggrek Dendrobium adalah Rhizoctonia sp binukleat (BNR).
The aim of the experiment were to ascertain of the best planting medium on the morfhology and physiology of Dendrobium orchid seedling, and to determine mycorrhiza which infected at root of Dendrobium. The experiment was conducted from May until Novembre 2006 at Banjarbaru, South Borneo. The research was to evaluate the planting medium, which arranged in Completely Randomized Design with three replications. Each experimental unit consists of 5 pots. The experiment consists of 8 planting medium, namely charcoal; charcoal + soil (1 : 3); charcoal + sand (1 : 3); charcoal + manure (1 : 3); charcoal + soil + sand (1 : 1,5 : 1,5); charcoal + soil + manure (1 : 1,5 ; 1,5); charcoal + sand + manure (1 ; 1,5 ; 1,5); and charcoal + soil + sand + manure (1 ; 1 ; 1 ; 1). The observation based on morfhologycal and physiology of growth orchids, i.e. plant height, number of leaves, long of leaves, width of leaves, diameter of pseuodobulb, offshoot numbers, number of roots, roots length, volume of roots, dry weight, and identification of fungi which infect the root’s tissues. Data were analyzed by analysis variance according to completely Randomized Design with significancy at 5% . The result showed that there was no significant among the planting medium for the growth of Dendrobium seedling both morfhologycally and physiologically. The fungi that infected the Dendrobium seedling was Rhizoctonia sp. binukleat.
Kata Kunci : Anggrek Dendrobium,Pertumbuhan Bibit,Media Tanam, Orchid, planting medium, Dendrobium, Rhizoctonia