Uji kesesuaianpemeriksaan radiologi dengan tindakan pembedahan dalam mendiagnosis megakolon kongenital dengan barium enema
SUTRISNO, Dr. Abdul Latief, Sp.Rad
2007 | Tesis | PPDS I RadiologiLatar belakang: Dalam mendiagnosis kelainan Megakolon Kongenital (MK) yang lazim dilakukan di Bagian Radiologi RSUP. DR. Sardjito adalah dengan barium enema. Ada beberapa tipe MK yaitu; tipe short segmen, tipe long segmen dan tipe ultrashort segmen. Pada beberapa kepustakaan menyebutkan nilai akurasi pemeriksaan barium enema dalam mendiagnosis MK cukup tinggi. Permasalahan yang ada yaitu belum diketahui kesesuain antara diagnosis Radiologi dengan diagnosis Bedah dan diagnosis Patologi Anatomi (PA) dalam mendiagnosis MK pada institusi kami. Tujuan: Menguji kesesuaian diagnosis Radiologi dengan diagnosis Bedah dan dengan diagnosis PA dalam mendiagnosis MK Bahan dan Cara: Pelitian ini dilakukan dari bulan januari 2005 sampai bulan desember 2006 secara retrospektif, dengan konsekutif sampel diperoleh sebanyak 66 pasien yang merupakan kiriman dengan diagnosis MK. Dari 66 pasien tersebut yang mempunyai hasil barium enema dan hasil pembedahan dilakukan uji mutlak Fisher dengan tabel 2x2, dan juga dilakukan uji mutlak Fisher dengan tabel 2x2 terhadap diagnosis Radiologi MK (+) dengan diagnosis PA (+). Hasil: Usia pasien dengan MK yang terbanyak adalah antara 1 bulan – 1 tahun (43,7%) dan kebanyakan adalah laki -laki (68,8%). Untuk tipe MK yang terbanyak adalah tipe short segmen (84,4%). Tiga (10,7%) pasien dari 28 pasien dengan hasil pemeriksaan barium enema sebagai MK mempunyai hasil diagnosis bedah yang berbedah. Satu (11,1%) dari 9 hasil pemeriksaan barium enema sebagai MK mempunyai hasil diagnosis PA tidak menyokong kearah MK (PA negatif). Dengan uji mutlak Fisher dari diagnosis Radiologi MK dengan hasil pembedahan di dapatkan p = 0,001 (P < 0,01). Dan dengan uji mutlak Fisher dari diagnosis Radiologi MK (+) dengan diagnosis PA (+) didapatkan p = 0,122 (p > 0,01). Empat puluh tiga dari 66 pasien dengan diagnosis Radiologi sebagai MK dilakukan tindakan atau rencana pembedahan sebanyak 32 pasien (4 pasien tidak dilakukan tindakan atau rencana pembedahan) dan 7 pasien dengan diagnosis Radiologi MK (-) semuanya (100%) tidak dilakukan tindakan atau rencana pembedahan. Kesimpulan: Pemeriksaan barium enema dalam mendiagnosis MK di Instalasi Radiologi RSUP DR. Sardjito mempunyai tingkat kesesuaian yang sama dengan tindakan pembedahan, tidak mempunyai perbedaan yang bermakna dengan hasil pemeriksaan PA dan mempunyai tingkat kesesuaian yang tinggi (90,7%) dengan tindakan pembedahan oleh dokter bedah anak
Background: In diagnosing Hirschprung disease (HD) that common in Radiology Department of Sardjito Hospital use barium enema. There are some HD types: short segment, long segment, and ultrashort segment. Some literatures indicate accuracy score of barium enema examination in diagnosing HD is high. The problem is there is no suit between radiology diagnosis and surgery diagnosis and anatomic pathology (AP) diagnosis in diagnosing HD in our institution. Objective: To test suitability between radiology diagnosis and surgery diagnosis and AP diagnosis in diagnosis HD. Material and method: This research was done from January 2005 to December 2006 retrospectively, with sample consecutive of 66 patients, which are referential, with HD diagnosis. Of 66 patients that had result of barium enema and result of surg ery were subject to Fisher exact test with 2x2 table and Fisher exact test with 2x2 table was also done to radiology diagnosis HD (+) and AP diagnosis (+) Result: Patient age with HD was 1 month – 1 year (43.7%) and most of male (68.8%). For the most HD type is short segment type (84.4%). Three (10.7%) of 28 patients with barium enema examination result have different surgery diagnosis result. One (11.1%) of 9 result of barium enema examination as HD has AP diagnose result that not support toward HD (AP negative). With Fisher exact test of HD radiology diagnosis with surgery result indicate p = 0.001 (p < 0,01). And Fisher exact test with HD (+) radiology diagnosis with AP (+) diagnosis indicated p = 0.122 (p > 0.01). Forty-three of 66 patients with radiology diagnosis as HD underwent treatment or surgery plan for 32 patients (4 patients did not treated or with surgery plan) and all of 7 patients with radiology diagnosis of HD (-) were not treated or get surgery plan. Conclusion: Examination of barium enema in diagnosis HD in Radiology Department of Sardjito Hospital has same suitability with surgery treatment, has no significant different with AP examination result and has high suitability level (90.7%) with surgery treatment by pediatric surgeon.
Kata Kunci : Radiologi,Megakolon Kongenital,Barium Enema, HD,HD ultrashort segment type,HD short segment type, HD long segment type, Barium Enema, AP