Hubungan kadar C-Reactive Protein dengan kematian dalam 30 hari pada infark miokart akut
ZULRIFQI, Prof.dr. Bambang Irawan, Sp.PD-KKV.,SpJP.,FIHA
2007 | Tesis | PPDS I Ilmu Penyakit DalamLatar Belakang. Penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang progresif dengan berbagai macam tampilan klinis dari yang asimtomatis, angina stabil maupun sindroma koroner akut, sampai kematian jantung mendadak (Suddent Cardiac Death). Konsep penyebab sindroma koroner akut adalah plak koroner yang aktif sehingga menimbulkan inflamasi dan trombus. Dari sejumlah marker inflamasi CReactive Protein (CRP) merupakan marker inflamasi yang dapat menilai risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler di kemudian hari , baik pada SKA, infark miokard akut (IMA) dan pada pria atau wanita yang sehat.Tingginya kadar CRP berhubungan dengan aktifitas inflamasi, perubahan aterosklerosis yang cepat dan prognosis yang jelek. Reaksi inflamasi berhubungan juga dengan nekrosis otot jantung dan ini berperan untuk meningkatkan kadar CRP. Tujuan Penelitian. Untuk mengetahui hubungan kadar CRP awal terhadap kematian selama 30 hari. Metode dan Rancangan Penelitian. Penelitian dilakukan secara kohort prospektif observasional pada penderita IMA yang dirawat di ICCU RS Dr. Sardjito mulai bulan Juli 2005 sampai Agustus 2007 dan dilakukan follow up selama 30 hari. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang memiliki kadar CRP > 10 mg/L dan kelompok yang memiliki kadar CRP ≤ 10 mg/L. Waktu pengambilan sampel CRP dilakukan 48 jam onset. Selama 30 hari dilakukan follow up diobservasi kejadian terutama kematian Hasil. Didapatkan subyek sebanyak 66 orang, yang terdiri dari 57 orang laki-laki dan 9 perempuan. Kematian pada kelompok dengan kadar CRP > 10 mg/L lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok dengan kadar CRP ≤ 10 (p<0,05). Setelah dilakukan analisis dengan regresi logistik, risiko relatif kematian dalam 30 hari pada penderita yang mempunyai kadar CRP > 10mg/L adalah 5,72 (95% IK: 0,653-50,094: p= 0,115). Namun demikian analisis kesintasan dengan metode Kaplan-Meier terhadap kematian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok dengan Log rank p=0,109 (p>0,05). Kesimpulan. Peningkatan kadar CRP pada saat masuk rumah sakit (48 jam dari onset) tidak berhubungan dengan kematian selama follow up 30 hari paska infark miokard akut.
Background. Coronary heart disease is a progressive disease, characterized by variety of clinical presentation from asymptomatic, stable angina and acute coronary syndrome and suddent cardiac death. Causative concept of acute coronary syndrome is active coronary plaque that leads inflamation and thrombus. From some inflamation markers, C- reactive protein (CRP) is inflamation marker that can assess risk for cardiovascular events in future, both in acute cotonary syndrome, acute myocardial infarction (AMI) and in both healthy males and females. High CRP level was related to inflamation activity, change of rapid atherosclerosis and worse prognosis. Inflamation reaction was related to necrosis of myocardial and it has role to increase CRP levels. Objective. To know relationship between early CRP and mortality within 30 day in acute myocardial infarction Methods and Design. This study is an observational prospective cohort study in AMI patients who treated in Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) of Dr. Sardjito Hospital since July 2005 to August 2007 and being followed up to 30 days after. Subject fulfilled inclusion and exclusion criteria, divided into 2 groups, group with CRP>10mg/L and CRP≤10 mg/L. Time of collecting sampling of CRP was in 48 hours of onset. During 30 days of follow up, we observed outcome of mortality. Result. There were 66 subjects, they consisted of 57 males and 9 females. Mortality outcome in group CRP> 10 mg/L was higher than CRP ≤10 mg/L (p< 0,05). After we used logistic regression , relative risk of mortality within 30 days in group CRP>10 mg/L was 5,72 (95% CI; 0,653 to 50,094). Survival analysis with Kaplan-Meier method to mortality showed there was no significantly difference between two groups (log rank p= 0.109, NS) Conclusion. Increase of CRP level on admission (48 hours of onset) was not related to mortality during 30 days of follow up post AMI events.
Kata Kunci : Infark Miokard Akut,Kematian,Kadar CRP