Evaluasi outcome trauma tumpul abdomen yang dilakukan Laparotomi di RSUP Dr. Sardjito 2000-2006
SIHOMBING, Panusunan Tohonan Pradigdo, Dr. Hendro Wartatmo, SpB-KBD
2007 | Tesis | PPDS I Ilmu BedahLatar belakang. Trauma tumpul abdomen (TTA) penyebab morbiditas dan mortalitas, penanganan bergantung terhadap kecepatan dan ketepatan penanganan. Organ intra abdominal yang terlibat mempengaruhi kondisi pasien dan prognosisi. Tujuan. Mengetahui angka mortalitas, morbiditas dan lama rawat inap pasien trauma tumpul abdomen dilakukan laparotomi eksplorasi di RS Dr Sardjito. Serta faktor yang berpengaruh terhadap outcome. Metode. Penelitian ini merupakakan penelitian observasional potong lintang (cross sectional). Subyek penilitian adalah pasien trauma tumpul abdomen yang dilakukan laparotomi. Outcome yang dinilai adalah hidup matinya pasien setelah menjalani operasi laparotomi. Hasil. Selama rentang penelitian ada 73 trauma tumpul abdomen yang dilakukan laparotomi, laki-laki banding perempuan 2,2:1, dengan rerata umur31,5 ± 14,9 .Length of stay (LOS) pasien berkisar antara satu hari dan 41 hari. Penyebab terbanyak adalah internal bleeding 51 orang, laki-laki : perempuan 4: 1.1 dan peritonitis 22 orang, laki- llaki : perempuan 1:1,2 Simpulan. Angka mortalitas TTA internal bleeding yang dilakukan laparotomi 16%, pada TTA peritonitis mortalitas 22%. Pada TTA dengan internal bleeding ada hubungan yang bermakna antara Hb dan mortalitas.
Background: morbidity and mortality rate from blunt abdominal trauma’s management depend on timing and accuracy of the treatment. Intraabdominal organs involved in the trauma affect the patient’s condition and prognosis. Objectives: To obtain mortality rate, morbidity rate dan hospital length of stay of patient with blunt abdominal trauma who underwent exploratory laparotomy in Sardjito General Hospital. And Factors which influence the outcome. Methods: the study design is observational cross sectional. Subjects are patients with blunt abdominal trauma who underwent exploratory laparotomy. Outcome that measured in this research is survival (death or alive) after the patient underwent laparotomy. Results: During research period there are 73 patients with blunt abdominal trauma who underwent exploratory laparotomy, male: female ratio is 2,2:1, mean of age is 31,5 + 14,9 years. Range of Length of stay vary from 1 day to 41 days. The most cases is internal bleeding, man : woman, 4 : 1,1 and peritonitis respectively, man : woman, 1 : 1,2. Conclusions: Mortality rate of internal bleeding ec blunt abdominal trauma was 16% and in peritonitis 22%. In the internal bleeding case there was significance correlation of Hb and mortality.
Kata Kunci : Trauma Tumpul Abdomen,Penatalaksanaan, blunt abdominal trauma