Analisis sektor unggulan terhadap peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Timor Tengah Selatan
TAPATAB, Nunuk Sulistyaningsih, Prof.Dr.Ir. Masyhuri
2007 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisPenelitian ini memiliki tiga aspek yang dikaji/dianalisis, yaitu : (1) citra destinasi wisata Daerah Istimewa Yogyakarta (2) potensi wisata/produk wisata Daerah Istimewa Yogyakarta (3) konstruksi brand dalam dunia pariwisata. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan alternatif-alternatif brand slogan dan brand symbol yang baru untuk brand positioning pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yaitu dengan wawancara dan observasi (survei lapangan – kuesioner dan data sekunder) mengenai (1) brand positioning "Jogja Never Ending Asia" (2) citra destinasi wisata Daerah Istimewa Yogyakarta (3) potensi/produk wisata Daerah Istimewa Yogyakarta (4) elemen-elemen brand positioning – brand name, brand slogan dan brand symbol. Wawancara dilakukan secara terstruktur terhadap empat tour operator/travel agent di Daerah Istimewa Yogyakarta. Observasi lapangan dilakukan dengan cara street survey – membagikan kuesioner ke wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) brand positioning "Jogja Never Ending Asia" tidak efektif untuk mempromosikan pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta serta tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam menumbuhkan motivasi kunjungan wisatawan dan keputusan perjalanan wisata ke Daerah Istimewa Yogyakarta (2) citra destinasi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebagai destinasi wisata budaya yang identik dengan seni dan budaya Jawa (3) potensi wisata/produk wisata Daerah Istimewa Yogyakarta adalah tradisional Jawa yaitu arsitektur Jawa, adat Jawa, makanan tradisional Jawa, pakaian adat Jawa dan kerajinan tangan (4) alternatif brand slogan dan brand symbol Daerah Istimewa Yogyakarta yang baru.
This research was conducted to (1) destination image of Daerah Istimewa Yogyakarta tourism (2) tourism products of Daerah Istimewa Yogyakarta and (3) brand construct in tourism. The aim of this research is to find new brand slogan and brand symbol alternatives for Daerah Istimewa Yogyakarta’s tourism. Research method which applied is qualitative descriptive. The data collection methode consist of indepth interview and observation (field/questionnaire and secunder data) about (1) brand positioning "Jogja Never Ending Asia" (2) destination image and (3) tourism products of Daerah Istimewa Yogyakarta (4) brand positioning elements – brand name, brand slogan and brand symbol. Interview was held in guided technic to four tour operator/ travel agent in Daerah Istimewa Yogyakarta. Field observation was held in street survey – questionnaire to domestics and foreign tourists. The result of this research shows that (1) brand positioning "Jogja Never Ending Asia" is not effective to promote of Daerah Istimewa Yogyakarta tourism and also it has not significant influence to increase tourist visiting motivation and travelling decision to Daerah Istimewa Yogyakarta (2) destination image of Daerah Istimewa Yogyakarta is as culture tourism destination which identical with Javanese culture and art (3) tourism products of Daerah Istimewa Yogyakarta are Javanese traditional in architecture, customs, food, clothes and handycraft and (4) Daerah Istimewa Yogyakarta’s new brand slogan and brand symbol alternatives.
Kata Kunci : Ekonomi Daerah,PDRB Sektoral, Destination image, tourism products and brand positioning