Hubungan Kompensasi Terhadap Motivasi Pekerja Bank Rakyat Indonesia
SOELISTIYO, Eko Boedi, Prof.Dr.Ir. Irham, M.Sc
2007 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisPerusahaan harus mampu bersaing dan satu alat yang dapat digunakan oleh suatu perusahaan adalah ganti-rugi. Jika program ganti-rugi dirasakan untuk kompetitif dan adil oleh karyawan, perusahaan akan menemukannya lebih mudah untuk menarik karyawan tekanan tinggi seperti halnya memelihara dan memotivasi mereka ke pencapaian yang lebih tinggi sedemikian sehingga produktivitas akan meningkat. Pada akhirnya, perusahaan tidak saja kompetitif, tetapi juga mampu bertahan dalam bisnis dan bahkan meningkatkan profitabilitas dan mengembangkan bisnis lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan dari ganti-rugi ke arah motivasi dari karyawan BRI, dan untuk menemukan unsur-unsur yang dari kompensasi yang mempunyai pengaruh yang terbesar ke arah motivasi. Data yang diperoleh dari 86 responden yang terpilih antar karyawan dari KANWIL BRI Jakarta. Metode Analisis yang digunakan adalah penyetaraan struktural dan tabulasi telah digunakan untuk diuji yang baik dari model produktivitas yang teoritis dengan data yang empiris ada di bidang itu. Data untuk SEM yang diproses menggunakan program LISREL 8.51. Variabel yang dianalisis terdiri dari terhadap 13 indikator yang dapat digolongkan ke dalam dua dimensi: Mengarahkan kompensasi keuangan dan Ganti- Rugi keuangan tidak langsung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan data empiris itu cocok dengan model yang dianalisis, yang dapat dilihat dari beberapa indeks dari hasil analisis LISREL, seperti Chi-Square, Derajat Tingkat bebas, Kemungkinan, dan RMSEA. Semua komponen mempunyai korelasi penting sedemikian sehingga mutu dari atribut di dalam Kompensasi/Ganti-Rugi keuangan langsung dan kompensasi/Ganti-Rugi keuangan mempengaruhi motivasi karyawan. Studi ini juga menunjukkan bahwa prestasi karyawan adalah kontribusi yang terbesar ke arah motivasi.
Companies must be able to compete and one tool that can be used by a company is compensation. If compensation programs are felt to be fair and competitive by the employees, the company will find it easier to attract high potential employees as well as maintain and motivate them to higher performance so that productivity will increase. In the end, the company will not only be competitive, but also able to remain in business and even increase profitability and develop the business further. The purpose of this study was to identify relationship of compensation toward motivation of employees in BRI, and to find out which elements of the compansation that has the greatest influence toward motivation. Data obtained from 86 respondents selected among employees of Kanwil BRI Jakarta. Cross Tabulations and Structural Equation Modeling analysis were used to examined the good of fitness of productivity theoritical model with empirical data exist in the field. Data for SEM processed using LISREL 8.51 software. Attributes analyzed consisted of 13 indicators which can be classified into two dimensions : Direct Financial Compensatio and Indirect Financial Compensation. The result of this study showed that empirical data fit with the analyzed model, which can be seen from several indices of LISREL output, such as Chi-Square, Degree of Freedom, Probability, and RMSEA. The all components have significant correlation so that quality of attributes within Direct Financial Compensation and Financial Compensation influence employees’s motivation. This study also indicates that employee’s achievement is the greatest contribution toward motivation.
Kata Kunci : Motivasi Bekerja,Kompensasi