Laporkan Masalah

Analisis risiko sistematik saham dan metode koreksi Beta di Bursa Efek Jakarta

AZWAR, Tiaz Kurniawan, Anis Baridwan, Drs.,M.Sc

2006 | Tesis | Magister Manajemen

Beta (β) merupakan pengukur kepekaan (sensitivitas) saham terhadap pasar. Beta adalah suatu alat untuk mengukur volatilitas return saham atau return suatu portfolio, dengan kata lain, Beta adalah alat pengukur risiko sistematis saham atau portfolio. Bilamana suatu sekuritas tidak diperdagangkan untuk beberapa waktu, maka Beta yang didapat akan menjadi bias karena adanya ketidaksamaan waktu antara return saham dengan return pasar (perdagangan tidak sinkron). Perdagangan tidak sinkron dikenal juga sebagai masalah dalam interval waktu atau maslah periode waktu. Hal ini merupakan cirri dari suatu pasar modal yang sedang berkembang seperti Bursa Efek Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan pengujian apakah beta saham pada sector industri yang memiliki rata-rata hari perdagangan paling banyak di Bursa Efek Jakarta merupakan beta yang bias atau tidak. Selain itu akan diteliti pula apakah beta saham pada sector industri yang sahamnya rata-rata hari perdagangannya paling sedikit merupakan beta yang bias pula atau tidak. Tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metodi koreksi beta manakah yang paling dapat mengurangi bias, seandainya hal tersebut benar terjadi pada kedua sector industri tersebut. Tiga buah metode koreksi yang akan diuji, yaitu metode Scholes-Williams, metode Dimson, dan metode Fowler-Rorke. Sampel yang terpilih sebanyak 45 buah, yaitu saham yang telah terdaftar dan diperdagangkan pada periode 1 Januari 2000 sampai dengan 31 Desember 2004, selain itu saham yang dipilih merupakan sahamsaham pada kelompok sector industri yang hari perdagangannya paling banyak dan sector industri yang hari perdagangannya paling sedikit. Analisis yang dilakukan dibagi menjadi dua bagian, yaitu pertama melakukan pengujian dengan menggabungkan sampel dalam satu periode dan kedua melakukan pengujian dengan memecah sampel menjadi lima sub periode. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pada tingkat keyakinan 95%, bahkan beta saham sector industri yang hari perdagangannya paling banyakpun merupakan beta yang bias. Pengujian yang dilakukan juga menunjukkan bahwa metode koreksi Fowler-Rorke dengan tiga lag-lead adalah metode yang paling mampu untuk mengurangi bias beta yang terjadi. Sementara itu untuk bias yang terjadi pada sector yang memiliki rata-rata hari perdagangan paling sedikit Metode koreksi yang paling tepat digunakan adalah Dimson dengan tiga lag-lead

Beta (β) is a measure of the sensitivity of a security or portfolio to market movements. Beta is a measurement to measure volatility of securities or portfolio return to market return, in other word Beta is the measurer of stock’s or portfolio’s systematic risk . If some securities was not traded for some period then the beta will be biased because the return of securities and market are not calculated in the same trading period (non-synchronous trading).The non-synchronous trading which also known as periodicity problem or intervalling problem is a characteristic of an emerging market, such as Jakarta Stock Exchange (JSX). The purposes of this research are to examine whether the beta of stocks that classified in a sector which have the most active trading day is biased or not, the research also analyze the beta of the sector which have the most inactive trading day. If the biased really occur in those sector, then the final purpose is to find the best method for beta bias correction. The research compares three method beta bias corrections, Scholes-Williams, Dimson, and Fowler-Rorke. Sample in this research are 45 securities listed and traded in JSX in period 1 January 2000 to 31 December 2004 and also the member of the two sector which have the most active average trading day and the most inactive average trading day. The examination result shows that at the confidence level of 95%, even beta for a sector which have the most active trading day is biased. The research find that by using the Fowler-Rorke Method with 3 lags and 3 leads we will have the best corrected beta Meanwhile, for the sector which have the most inactive trading day, the best method for correcting the biased beta is by using Dimson with 3 lags and 3 leads.

Kata Kunci : Volatilitas Return Saham,Bias Beta, beta biased, emerging market, non-synchronous trading, beta correction


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.