Analisis kinerja Perbankan Syariah sebelum dan setelah fatwa Majelis Ulama Indonesia No.1 Tahun 2004 tentang bunga
FAIRUZZABADI, Edi, Zaki Baridwan, Prof.Dr.,M.Sc
2007 | Tesis | Magister ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dikeluarkannya Fatwa MUI No. 1 tanggal 24 Januari tahun 2004 tentang Bunga (Interest/Fa’idah) bagi perbankan syariah, khususnya dalam peningkatan dana masyarakat yang berhasil dihimpun dan akibat lanjutannya berupa peningkatan penyaluran dana dan tingkat kemampulabaan. Dalam fatwa tersebut dinyatakan bahwa praktik pembungaan uang yang dilakukan oleh lembaga-lembaga keuangan konvensional, termasuk perbankan, adalah termasuk dalam kategori riba, dan riba hukumnya haram. Di samping itu dinyatakan juga bahwa berurusan dengan lembaga-lembaga keuangan konvensional di wilayah yang sudah ada kantor/jaringan lembaga keuangan syariah dan mudah dijangkau termasuk kategori terlarang. Dengan dikeluarkannya fatwa tersebut banyak pihak yang memprediksikan akan terjadi migrasi nasabah secara besar-besaran dari yang semula merupakan nasabah bank konvensional ke bank syariah, sehingga dapat memberikan dampak bagi kinerja perbankan syariah. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, dalam penelitian ini dilakukan pembandingan antara kinerja perbankan syariah sebelum dan sesudah dikeluarkannya fatwa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) dari Bank Umum Konvensional yang telah beroperasi lebih dari dua tahun pada saat dikeluarkannya fatwa MUI tersebut. Dari populasi bank syariah pada bulan Januari 2004 sebanyak 94 bank yang terdiri dari dua BUS, delapan UUS dan 84 Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS), diambil 5 sampel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Pembandingan antara kinerja perbankan syariah sebelum dan sesudah dikeluarkannya fatwa dilakukan untuk setiap ukuran kinerja yang digunakan dalam penelitian ini yaitu financing to deposit ratio(FDR), rasio return on asset (ROA) dan BOPO. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan alat analisis statistik non parametrik Wilcoxon Signed-Rank Test pada tingkat signifikansi 5%. Alat analisis statistik non parametrik digunakan karena berdasarkan uji normalitas data dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk diketahui bahwa beberapa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perbankan syariah tidak mengalami perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah dikeluarkannya fatwa MUI tersebut. Dengan kata lain dampak dikeluarkannya fatwa tersebut terhadap mobilisasi dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah dan akibat lanjutannya berupa tingkat kemampulabaan tidak signifikan.
The objective of this study is to analyze the impact of the fatwa (religious edicts) of Indonesian Ulema Council (MUI) No. 1 dated January 24, 2004 concerning interest on the performance of Islamic banking, especially in its ability to increase the deposits and financing and the effect on its profitability. The fatwa said that charging interest on money which is practiced by conventional financial institutions, including banking, categorized as riba, and riba is haram. More over, doing business with conventional financial institutions in a place where there were Islamic banking network and easy to achieve is prohibited. Many people predict that the issuance of the fatwa will cause a huge customer migration from conventional bank to Islamic bank that will have an impact on the performance of Islamic banking. To achieve the objective, in this study we compared the performance of the Islamic banking before and after the fatwa. Samples in this study are Islamic Commercial Banks and Islamic Banking Units that have been operated more than two years when the fatwa was issued. From the population of 94 banks in January 2004 which were consist of two Islamic Commercial Banks, eight Islamic Banking Units and 84 Islamic Rural Banks, there were five samples that meet the criteria. The comparing performance of Islamic banking between before and after the fatwa was done for every performance measurement used in this study, i.e. financing to deposit ratio(FDR), return on asset (ROA) and efficiency ratio (operational expenses divided by operational revenues). The hypotheses are tested by running a non parametric Wilcoxon Signed-Rank Test using the 5% significance level. We used a non parametric test because from the Shapiro-Wilk test some sampled populations did not follow the normal distribution. The results of this study show that there were no significant differences on the performance of Islamic banking between before and after the fatwa. In other word, the impact of the fatwa on the deposits mobilization of Islamic banking and the effect on its profitability were not significant.
Kata Kunci : Kinerja Perbankan Syariah,Fatwa MUI, islamic banking performance, fatwa MUI, interest