Desain model sistem antrian dengan waktu tunggu terpendek menggunakan pendekatan simulasi sistem
YUDHA, Adhitya Eka, Nurul Indarti, SE.,Siv.Ok.,M.Sc
2007 | Tesis | Magister ManajemenPersaingan yang semakin keras dalam industri retail akan menuntut pemain di industri retail untuk terus meningkatkan kualitas pelayanannya kepada konsumen. Dengan meningkatknya kualitas pelayanan kepada konsumen diharapkan akan membuat konsumen kembali datang ke gerai mereka dan melakukan pembelian ulang. Masalah yang seringkali di hadapi oleh konsumen industri retail adalah lamanya waktu menunggu dalam antrian pada saat konsumen akan melakukan pembayaran. Padahal lama waktu mengantri merupakan salah satu parameter kualitas pelayanan terhadap konsumen. Waktu antrian yang minimum merupakan kondisi yang sangat diharapkan oleh konsumen, sehingga tingkat kenyamanan dalam berbelanja akan terjaga dengan baik. Kondisi tersebut di harapkan akan menjadi konsumen datang kembali dan melakukan pembelian ulang. Kualitas pelayanan konsumen yang bagus juga akan menjadi publikasi yang bagus bagi pemain di industri retail, dari sisi bisnis hal ini merupakan hal positif, karena berita bagus yang tersebar dari konsumen merupakan faktor pendorong yang kuat bagi calon konsumen potensial lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun sebuah desain sistem antrian dengan waktu antrian yang minimum. Dengan pendekatan simulasi sistem, dilakukan rekayasa pada sistem antrian konfensional (one queue one server) yang sekarang di terapkan. Alternatif yang ditawarkan adalah membangun model sistem antrian dengan karateristik one queue two-server dan one queue threeserver. Model alternatif yang di bangun kemudian disimulasikan untuk mengetahu kinerja sistem tersebut dan mencari alternatif yang terbaik. Setelah dilakukan analisa terhadap semua model, baik model awal maupun ketiga model alternatif, maka dapat diambil kesimpulan bahwa dengan parameter waktu tunggu maksimal yang paling kecil sebagai indikator, maka model yang dijadikan model usulan adalah model alternatif 2 yaitu model yang mempunyai karakteristik one queue- three servers.
Competitions on retail industry will cause a player in this industry keep trying to improve their service to the customer. Increasing the service quality to the customer will giving a good impact for retail business, customer will return to their department store for re- purchasing. Customer on department store usually trap in waiting line when they will pay for their shopping. One of standard quality parameter in retail industry for customer service is minimum waiting line on cashier. Minimum waiting line on cashier is a required condition to make customer feel comfort while they will pay for their shopping. High standard on customer service will give a good impact for image building and also having a function as strong endorsement for another potential buyer. The aim of this research is designing a new waiting line system with minimum waiting time. The system reengineering using simulation approach, two alternatives will be offered, there are one queue two server and one queue three server. Both of alternatives model are simulated and the result showing that one queue three servers having a minimum waiting time among another models.
Kata Kunci : Kualitas Layanan,Sistem Antrian,Simulasi Sistem, simulation, model, system reengineering