Laporkan Masalah

Analisis perencanaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Sleman

SETIAWATI, Deni Ria, Irwan Taufik Ritonga, SE.,M.Bus

2007 | Tesis | Magister Manajemen

Pelayanan farmasi merupakan pelayanan penunjang medis dan salah satu pusat pendapatan (revenue center) utama di RSUD Sleman. Instalasi farmasi di RSUD Sleman memberikan kontribusi pendapatan sebesar 36% dari keseluruhan pendapatan rumah sakit. Persediaan obat antibiotika merupakan persediaan yang besar dengan pemakaian 20%-25% dari keseluruhan persediaan obat di RSUD Sleman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan proses perencanaan obat yang mendasarkan pada manajemen persediaan obat yang efisien. Pengambilan sampel obat antibiotika dilakukan untuk bulan Januari 2006 – Desember 2006. Penggunaan analisis ABC terhadap 19 item obat antibiotika memberikan hasil yaitu obat kelompok A memberikan kontribusi terhadap nilai persediaan sebesar 64%, obat kelompok B sebesar 22% dan obat kelompok C sebesar 14%. Sedangkan hasil dari penerapan model EOQ, rumah sakit dapat menghemat biaya persediaan sebesar 24% dari biaya persediaan saat ini. Dengan penelitian ini maka diharapkan analisis ABC dan model EOQ dapat diterapkan dalam pengelolaan persediaan obat dalam rangka untuk efisiensi biaya persediaan tanpa mengganggu pelayanan RSUD Sleman.

The pharmacy service is a medical supporting service and one of main revenue center in RSUD Sleman. Pharmacy service gives a big income contribution to the hospital earning. In RSUD Sleman, pharmacy installatio n gives 36% revenue from the total income of the hospital. The antibiotic is the biggest stock with 20%-25% uage from the total of medicine stock in RSUD Sleman. The goal of study is to get the planning process of medicine that it is based on efficiency of medicine stock. The sample collecting was done begin in January up to December 2006. The result of ABC analysis applied in 19 items of antibiotic medicine are: the A medicine group gives its 64% contribution, the B group is 22%, and the C group is 14%. The result of EOQ model applied is that the hospital can save its 24% cost from the stock cost owned today. It is hoped that by this study the ABC analysis and EOQ model can be applied in the stock management of medicine to gain the efficiency without it gives impact to the hospital services.

Kata Kunci : Manajemen Persediaan Obat,Instalasi Farmasi, medicine planning, ABC analysis and EOQ model, efficiency


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.