Strategi portofolio optimal menggunakan single indeks model saham-saham LQ-45 BEJ periode 2002-2005
WINARTO, Elthon Machael, Sukmawati, Prof.Dr.,MM
2007 | Tesis | Magister ManajemenKeputusan ekonomi yang berhubungan dengan kegiatan investasi, apapun bentuknya, yang menjadi unsur utama dalam penentuan pertimbangan investor adalah tingkat keuntungan dan tingkat resiko . Diversifikasi merupakan salah satu cara investor untuk mengurangi tingkat resiko sekaligus mengoptimalkan tingkat keuntungan yang diharapkan. Diversifikasi dapat dilakukan dengan cara membentuk rangkaian portofolio. Untuk mendapatkan portofolio optimal, investor dapat menggunakan beberapa metode analisis portofolio. Salah satunya adalah dengan menggunakan metode Model Indeks Tunggal. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah memberikan deskripsi pentingnya analisis dan seleksi saham dalam rangka pembentukan portofolio saham untuk mengambil keputusan investasi. Dalam penelitian ini, digunakan 15 saham yang tergabung dalam LQ - 45 sebagai sampel. Peneliti memiliki asumsi bahwa investor akan memilih saham yang aktif untuk melakukan investasi saham. Selain itu, alasan pengambilan sampel adalah karena selama periode 2002-2005, 15 saham tersebut merupakan saham-saham yang aktif diperdagangkan dan tidak pernah terlempar dari daftar LQ– 45. Untuk mendapatkan saham-saham yang akan dimasukkan ke dalam rangkaian portofolio, penelitian ini menggunakan metode Model Indeks Tunggal. Saham-saham yang dimasukkan ke dalam rangkaian portofolio merupakan sahamsaham yang memiliki kinerja yang baik. Penilaian kinerja saham ditentukan dengan menggunakan rasio ERB (Excess Return to Beta). ERB merupakan selisih antara tingkat keuntungan yang diharapkan dengan return aktiva bebas resiko yang diukur dengan beta. Beta saham yang digunakan dalam penelitian ini adalah beta koreksi yang diperoleh dari PPDM UGM. Untuk mendapatkan ERB yang dikatakan tinggi, diperlukan sebuah titik pembatas ( C*). Dengan menentukan titik pembatas (C*) akan diketahui saham-saham yang memiliki nilai ERB yang tinggi, yang juga merupakan saham-saham yang memiliki tingkat keuntungan yang optimal dengan tingkat resiko yang minimal. Dengan Model Indeks Tunggal, juga dapat ditentukan besarnya proporsi dana yang akan diinvestasikan. Dari analisis yang dilakukan terhadap 15 saham, selama periode 2002- 2005 terdapat hasil yang beragam. Data tahun 2002-2003 hampir semua saham menunjukkan ERB yang negatif, artinya tidak ada saham yang termasuk dalam kategori portofolio optimal menurut Model Indeks Tunggal. Tahun 2004 terdapat 2 saham yang termasuk dalam rangkaian portofolio yang optimal sekaligus effisien, Kalbe Farma dan Aneka Tambang. Saham Aneka Tambang memperoleh proporsi dana investasi tertinggi (70.15%) dan Kalbe Farma (28.85%)Sedangkan yang masuk dalam rangkaian portofolio paling optimal sekaligus efisien pada tahun 2005 terdiri dari Indosat, Gajah Tunggal, Kalbe Farma, Astra International, Panin Bank, Indah Kiat Pulp & Paper masing-masing memperoleh proporsi dana 0.61%, 28.56%, 26.43%, 43.05%, 7,97% dan 6.63%
Economic decision that related to the investment activities in any type becomes the main element of investor’s consideration are the rate of return and the rate of risk. Diversification is one of the tools in which investor could reduces its rate of risk and in addition maximize its rate of expected return. Diversification can be done by forming composition of portfolio. In order to achieve optimal portfolio, there are several methods of portfolio analysis. One of those analysis methods is by using Single index model. The goal of this research is to give description on the importance of analysis and selection of stocks in order to form portfolio in making the investment decision. This research uses 15 stocks which are included in LQ - 45 (45 most active stocks) as the sample. The researcher has assumption that investor will choose the active stocks to do investment. Besides, the researcher’s reason in taking sample because during the 4 years period, those 15 stocks that continuously listed in the LQ - 45 for the period (year 2002 to year 2005). In order to get the stocks that will be enrolled into composition of portfolio, this research uses Single Index Model as the method. The stocks which are enrolled into composition of optimal portfolio are the stocks with good performance. The assessment of stocks performance is determined by using ERB (Excess Return to Beta) ratio. ERB (Excess Return to Beta) is difference between the rate of expected return and the free risk asset return that measured by beta. Beta stock’s that are use in this research is corrected beta which was obtain thru PPDM UGM. In order to obtain ERB which is categorized into high ERB, it is necessary to calculate the cut - off point (C*). By calculating the cut - off point (C*), which can be found in the stocks with high ERB, which also categorized as stocks that have optimal rate of return and minimal rate of risk. By using Single Index Model also can decide the proportion of fund that will be invested. From the analysis that researcher has already done to 15 stocks during the period 2002-2005. According to the data for the period 2002 – 2003 almost all of the stocks show negative ERB which means there are no stocks that are include in optimal portfolio. In 2004, there are 2 stocks that are included in composition of optimal portfolio during the year 2004 and 6 stocks in the next year, 2005. The stocks which are included in the most optimal and efficient composition of portfolio during the 2004 are Aneka Tambang (70.15%) and Kalbe Farma (28.85%). Furthermore, during the year 2005, the chosen stocks are Indosat, Gajah Tunggal, Kalbe Farma, Astra International, Panin Bank, Indah Kiat Pulp & Paper with the proportion of the investment 0.61%, 28.56%, 26.43%, 43.05%, 7,97% and 6.63% subsequiently .
Kata Kunci : Manajemen Investasi,Portofolio Optimal,Model Indeks Tunggal, Investment, Optimum Portfolio, Single Index Model