Laporkan Masalah

Pengaruh motivasi kerja terhadap produktivitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Kabupaten Sleman

RIYANTA, Sugeng, Diah Retno Wulandaru, Dra.,MBA

2007 | Tesis | Magister Manajemen

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya persepsi masyarakat terhadap kinerja birokrasi pemerintahan. Masyarakat sebagai pengguna jasa layanan birokrasi pemerintah, menuntut layanan yang lebih efektif dan efisien. Namun di sisi lain pelaya nan umum birokrasi pemerintah yang diberikan kepada masyarakat selama ini terkesan sangat lamban, berbelit, tidak transparan, dan berbiaya mahal. Penelitian dilakukan di Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Kabupaten Sleman dengan menggunakan kuesioner. Jawaban dari setiap pertanyaan diukur dengan menggunakan skala Likert yang mempunyai gradasi dari sangat positif sampai dengan sangat negatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sensus. Jumlah sampel adalah seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Kabupaten Sleman sebanyak 28 orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa produktivitas pegawai dipengaruhi oleh motivasi kerja sebesar 61,9%, sedangkan 38,1% lainnya dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Analisis regresi linier berganda antara faktor-faktor motivasi kerja (karakteristik individu, jenis pekerjaan, lingkungan kerja) dan produktivitas pegawai berpengaruh signifikan terhadap produktivitas. Dari ketiga variabel motivasi kerja yang dimasukkan ke dalam model regresi, variabel karakteristik jenis pekerjaan tidak signifikan. Sedangkan variabel karakteristik individu dan karakteristik lingkungan kerja signifikan pada 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa produktivitas pegawai dipe ngaruhi motivasi kerja terutama oleh karakteristik individu dan karakteristik lingkungan kerja. Variabel karakteristik lingkungan kerja mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap produktivitas pegawai karena memiliki nilai beta paling besar yaitu 0,448. Sedangkan variabel lainnya yaitu variabel karakteristik individu memiliki nilai beta sebesar 0,388.

The present research is based on the public perception on the performance of government bureaucracy. Public, as service user requires more effective and efficient services. However, on the other hand, it is considered that government bureaucracy has provided slow, complicated, not-transparent, and costly public services. This research was conducted in Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Sleman by using questionnaires. Responses on individual question were measured using Likert-scale graded from highly positive to highly negative. Samples were taken by using census method. Total samples involved 28 civil servants in Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan (Office of Environment Impact Control), Sleman. Results of analysis indicated that employees’ productivity was influenced by working motivation of 61%, while the rest of 31.8% was influenced by other variables not studied in this research. Multiple linear regression analysis among working motivation factors (individual characteristics, type of work, working environment) and employees’ productivity significantly influenced productivity. Among the three variables of working motivation introduced in the regression model, variable occupation type characteristic was not significant; while variable individual characteristic and variable working environment characteristic was significant at level of 0.05. Therefore, it was concluded that employers’ productivity was influenced by working motivation, particularly by individual characteristic and wor king environment. Variable working provided the most dominant effects on employees’ productivity since it possessed greatest beta value of 0.448; while other variable, i.e. variable individual characteristic of 3,88.

Kata Kunci : Motivasi Kerja,Produktivitas, motivation, individual characteristics, type of work, working environment, productivity


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.