Penentuan Ibukota Kecamatan sebagai pusat pertumbuhan wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan tahun 2004
HASIBUAN, Nikmal Maulana, Dr. Soetatwo Hadiwigeno, MA
2007 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pusat pertumbuhan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Kedua, untuk mengetahui interaksi antarkecamatan dengan pusat pertumbuhan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Ketiga, untuk mengetahui daya jangkau kecamatan pusat pertumbuhan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Keempat, untuk mengetahui komoditas unggulan setiap kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder tahun 2004 yang meliputi data fasilitas ekonomi, fasilitas sosial dan fasilitas pemerintahan, jumlah penduduk, jarak antar kecamatan dan komoditas pertanian di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan. Data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Tapanuli Selatan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan, Dinas dan instansi terkait yang ada dalam lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan. Alat analisis yang digunakan adalah analisis skalogram untuk mengidentifikasi kecamatan sebagai pusat pertumbuhan wilayah, analisis model gravitasi untuk mengetahui kecamatan hinterland bagi kecamatan pusat pertumbuhan, analisis daya jangkau untuk mengetahui rata – rata jarak terdekat setiap pusat pertumbuhan terhadap semua kecamatan,analisis sensifitas untuk mengetahui kecamatan yang layak dijadikana pusat pertumhan utama dan analisis Location Quotient untuk menentukan komoditas unggulan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Hasil menunjukkan bahwa berdasarkan fasilitas ekonomi, sosial dan pemerintahan yang dimiliki setiap kecamatan, terbukti bahwa Kecamatan Sayur Matinggi, Kecamatan Padang Bolak, Kecamatan Sipirok dan Kecamatan Batang Toru dapat berperan sebagai pusat pertumbuhan wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan. Kecamatan Padang Bolak memiliki hinterland sebanyak 16 kecamatan, Kecamatan Sipirok memiliki 4 kecamatan, Kecamatan Batang Toru memiliki hinterland sebanyak 3 kecamatan, dan Kecamatan Sayur Matinggi memiliki hinterland sebanyak 1 kecamatan. Daya jangkau terpendek diperoleh oleh Kecamatan Padang Bolak yaitu rata – rata 68,48 Km, Kecamatan Sipirok ratarata 75,81 Km, Kecamatan Batang Toru rata – rata 95,67 Km, dan Kecamatan Sayur Matinggi rata – rata 101,52 Km. Jumlah komoditas unggulan subsektor tanaman pangan masing – masing padi berjumlah 16 Kecamatan, ketimun berjumlah 25 kecamatan, jagung dan tomat berjumlah 11 kecamatan, cabe berjumlah 10 kecamatan, dan ubi kayu berjumlah 9 kecamatan. Jumlah komoditas unggulan subsektor perkebunan masing – masing karet berjumlah 22 kecamatan, kelapa sawit berjumlah 7 kecamatan, kopi berjumlah 13 kecamatan dan kulit manis berjumlah 9 kecamatan. Jumlah komoditas unggulan subsektor peternakan masing – masing ayam kampung 18 kecamatan, itik lokal berjumlah 16 kecamatan, kambing berjumlah 15 kecamatan, domba berjumlah 10 kecamatan, kerbau berjumlah 7 kecamatan dan sapi berjumlah 6 kecamatan.
These research purposes were to firstly, identify growth centers in Kabupaten Tapanuli Selatan. Secondly, to understand interaction between subdistricts and the growth centers in Kabupaten Tapanuli Selatan. Thirdly, to know reach power of growth center sub-districts in Kabupaten Tapanuli Selatan. Fourth, to recognize excellent commodity of each sub-district in Kabupaten Tapanuli Selatan. Data used in this research were secondary data of 2004 consisting of economic, social and governmental facilities, total population, distance from subdistricts and agricultural commodity around Kabupaten Tapanuli Selatan. The data were obtained from Badan Pusat Statistik Kabupaten Tapanuli Selatan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan, Dinas and involved institutions existing around Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan. Analysis tools used in this research were skalogram analysis to identify sub-district as local growth center, gravitational model analysis to understand hinterland sub-district for growth center sub-district, reach power analysis to know average closest distance of each growth center against all sub-districts, sensivitas analisys to determine one sub-district be the main centre growth and Location Quotient analysis to determine excellent commodities in Kabupaten Tapanuli Selatan. Results of research indicated that, based on economic, social and governmental facilities belonging to each sub-district, it was found that subdistricts of Sayur Matinggi, Padang Bolak, Sipirok and Batang Toru could play role in the growth center around Kabupaten Tapanuli Selatan. The sub-district of Padang Bolak had hinterland with 16 sub-districts, the sub-district of Sipirok had 4 sub-districts, sub-district of Batang Toru had hinterland with 3 sub-districts, and sub-district of Sayur Matinggi had hinterland with 1 sub-district. The closest reach power was obtained by the sub-district of Padang Bolak, average 68.48 km; the sub-district of Sipirok, average 75.81 km; sub-district of Batang Toru, average 95.67 km; and sub-district of Satur Matinggi, average 101.52 km. Total commodity of crop sub-sectors were rice, 16 sub-districts; cucumber, 25 subdistricts; corn and tomato, 11 sub-districts; chili, 10 sub-districts; and cassava, 9 sub-districts. Total commodity of agricultural sub-sectors were rubber, 22 subdistricts; coconut, 7 sub-districts; coffee 13 sub-districts and kulit manis 9 subdistricts. Total commodity of ranch were chicken, 18 sub-districts; sheep, 10 subdistricts; buffalo, 7 sub-districts; and cow, 6 sub-districts.
Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi,Ibukota Kecamatan,