Dampak Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin terhadap akses dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat miskin di Kabupaten Banjarnegara
YUDIASIH, Efi Prihanti, Catur Sugiyanto, Ph.D
2007 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanTahun 2005 penyelenggaraan jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dikelola sepenuhnya oleh PT Askes (Persero) meliputi pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan jaringannya serta pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit, program jaminan pemeliharaan kesehatan bagi masyarakat miskin yang dikelola melalui mekanisme asuransi sosial oleh PT Askes selanjutnya dikenal dengan program Askeskin. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sejauh mana efektivitas dari program Askeskin serta mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi jumlah akses masyarakat, terutama masyarakat miskin, terhadap layanan kesehatan. Sampel yang dipakai adalah 12 Puskesmas dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah pada periode 2001 – 2006. Uji beda rata-rata dengan independent sample ttest digunakan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan akses masyarakat miskin terhadap layanan kesehatan. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi akses masyarakat miskin terhadap layanan kesehatan. Data yang digunakan berupa nilai PDRB kecamatan, subsidi, dan jarak ke pusat layanan kesehatan masyarakat sebagai variabel-variabel bebas, sedangkan akses masyarakat miskin sebagai variabel terikatnya. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah ada peningkatan jumlah akses dari tahun 2001 – 2006 dengan nilai rata-rata sebesar 2.421, nilai signifikan secara statistik pada level 1% dengan nilai t hitung sebesar -3.395 (p < 0,01), sedangkan untuk jumlah akses pada tahun 2005 – 2006 tidak menunjukkan adanya perbedaan signifikan dengan nilai t hitung sebesar -0,284 (p < 0,1), dan jumlah akses pemegang kartu Askeskin pada tahun 2005 – 2006 juga tidak menunjukkan adanya perbedaan signifikan dengan nilai t hitung sebesar -1.129 (p < 0,1), meskipun demikian peningkatan akses pasien Askeskin sedikit lebih besar dari pada akses pasien bayar pada tahun 2005 – 2006. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel subsidi memiliki pengaruh paling besar diantara variabel lainnya, PDRB dan jarak. Temuan ini menyimpulkan bahwa peningkatan akses atau kelancaran pelaksanaan program Askeskin sangat tergantung akan adanya subsidi.
In 2005, the implementation of health security service for poor people wholy managed by PT ASKES (Persero) which included a basic healthy service in the local public clinic and its network, beside also a referenced healthy service in the hospital. The program of health security service for poor people managed through social insurance mechanism by PT ASKES then familiar with Askeskin program. This study is purposed to observe the effectivity of this Askeskin program and factors influencing the access amount of society -especially in poor society- to the healthy program. The sample of this study is 12 local governmental clinics from 20 subdistricts in Banjarnegara regency of East Java with periods of 2001-2006. Mean different test used in this study is independent sample t-test which purposed to know the access difference of poor people towards the health service. Multiple linier regression analysis is used to know the factors influencing the access of poor people towards the health service. The data used is PDRB values of subdistrict, subsidy, and long distance to the central of public health service as independent variables, whereas the access of poor people functioned as dependent variable. The result obtained from this study shows that there is an increase in access amount from 2001-2006 with mean number of 2.421, statistical significant number on the level of 1% with t-statistic of -3.395 (p<0.01), whereas there is no significant difference of access number in 2005-2006 with t-statistic of -0.284 (p<0.1), and there is also no significant difference founded in the number of Askeskin card user in 2005-2006 with t-statistic of -1.129 (p<0.1), inspite, the access increase of Askeskin patient a bit larger than pay-patient access in 2005-2006. The result of multiple linier regression analysis shows that subsidy variable has the most correlation among other variables, PDRB and distance. This result concluded that the access increase or the success of Askeskin program implementation is very depends on the subsidy.
Kata Kunci : Askes,Masyarakat Miskin,Efektivitas, Askeskin, Effectivity