Laporkan Masalah

Restrukturisasi manajemen aset tanah dan bangunan di Kabupaten Kulon Progo

TRIYONO, Drs. Wakhid Slamet Ciptono, MBA.,MPM

2007 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian dengan judul restrukturisasi manajemen aset tanah dan bangunan di Kabupaten Kulon Progo, dilakukan dengan tujuan menganalisis kinerja pengelolaan aset khususnya tanah dan bangunan di Kabupaten Kulon Progo dan menentukan strategi restrukturisasi pengelolaan aset daerah, sehingga diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan untuk mengembangkan dan meningkatkan optimalisasi manajemen aset di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan metodologi survei kuesioner dan untuk melengkapi data dilakukan wawancara. Pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling, yang berarti bahwa pengetahuan, kepercayaan dan pengalaman seseorang menjadi dasar pengambilan sampel untuk suatu populasi. Artinya pemilihan sampel bertitiktolak pada penilaian peneliti yang diyakini sampel yang diambil benar-benar representatif dan relevan dengan rancangan penelitian. Responden untuk analisis kinerja terdiri dari kepala instansi/unit kerja atau top manajer, midel manajer dan staf pelaksana pengelola aset daerah, sedangkan responden untuk analisis kepentingan adalah anggota DPRD. Responden untuk analisis dengan metode delphi adalah pejabat yang berkompeten di bidang pengelolaan aset. Hasil analisis kinerja-kepentingan gabungan top manajer, midel manajer dan staf pelaksana menunjukkan bahwa pada kuadran A terdapat dua variabel yang dianggap oleh masyarakat sangat penting tetapi kinerja pengelola aset daerah belum optimal, sehingga pemerintah daerah perlu meningkatkan kinerja pengelolaan, yaitu variabel 7 dan 9. Pada kuadran B terdapat enam variabel yang menunjukkan bahwa variabel tersebut dianggap penting oleh masyarakat dan pengelolaannya telah sesuai harapan masyarakat, yaitu variabel 1, 2, 3, 8, 12 dan 13. Kuadran C terdapat empat variabel yang dianggap oleh masyarakat kurang begitu penting dan pengelolaannya oleh pemerintah daerah juga kurang begitu ditonjolkan, yaitu variabel 4, 5, 6 dan10. Pada kuadran keempat atau D terdapat satu variabel yang dianggap kurang penting oleh masyarakat, tetapi kinerja pengelolaan oleh pemerintah daerah justeru tinggi atau berlebihan, yaitu variabel 11. Hasil analisis dengan metode Delphi menunjukkan bahwa restrukturisasi pengelolaan aset khususnya tanah dan bangunan mendesak untuk segera dilaksanakan, secara terencana dan bertahap, sehingga pengelolaan aset yang kurang optimal menjadi pengelolaan aset yang optimal dan sehat. Adapun langkah-langkah restrukturisasi meliputi: persiapan, identifikasi/inventarisasi dan penilaian aset, evaluasi optimalisasi aset, dan studi optimalisasi aset (HBU) studi.

The research with title Restructuring management of real property asset (land and building) in Kulon Progo, conducted to analyze management performance of specially land and building asset in Kulon Progo and also determine restructuring management strategy for sub district area asset, so that expected can be made as consideration intake of policy to develop and optimized management asset in Kulon Progo. This Research uses methodologies kuesioner (collecting data) survey and to complete the data use interview. Intake of sample uses nonprobability sampling, meaning that knowledge, trust and someone experience of become base intake of sample of a population. Its meaning, choosing of sample start at assessment of researcher believed by taken sample that really representative and relevant with research plan. Responder for the analysis of performance consist of institution/work unit headmaster or top manager, middle manager and staff executor organizer of area asset, while responder for the analysis of importance is member of DPRD. Responder to analyze with Delphi method is functionary, which have competence in area management of asset. Analysis result of importance-performance alliance of top manager, middle manager and executor staff indicate that at A kuadran there are two variable assumed by society that very importance but performance of organizer area asset has not optimal yet, so that local government require to improve management performance, that is variable 7 and 9. At B kuadran there are six variable indicating that the variable assumed by society that very importance and its management have it to society, that is variable 1, 2, 3, 8, 12 and 13. Kuadran C there are four variable assumed less important by society and its management by local government also less signalized, that is variable 4, 5, 6 and 10. At fourth kuadran or D there are one assumed variable less important by society, but management performance by local government exactly height or abundant, that is variable 11. The result of analysis with Delphi method indicate that restructuring of asset management specially land and building is urgent and immediately executed, by according as plan and in phases, so that management of less optimal asset become healthy and optimal asset management. As for restructuring stages cover: preparation, identify/stocktaking and assessment of asset, evaluate asset optimization, and study of optimization asset (HBU) study.

Kata Kunci : Manajemen Aset,Restrukturisasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.