Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi buruk pada balita di Kota Bengkulu

MARTIANA, Sri, Dr. Catur Sugiyanto, MA

2007 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Kekurangan energi protein yang biasa disebut gizi buruk merupakan isu penting yang menjadi pembicaraan hangat baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Kasus busung lapar yang menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun di Indonesia mencapai angka 8%. Kondisi ini perlu penanggulangan yang serius, baik oleh pemerintah, masyarakat dan sektor yang terkait khususnya. Tingginya angka kesakitan dan gangguan gizi yang diderita oleh balita di Indonesia pada saat ini akan mempengaruhi kualitas remaja, calon ibu dan bapak serta sumber daya tenaga kerja 1-20 tahun mendatang. Penyebab terjadinya gizi buruk bisa dipengaruhi faktor langsung dan tidak langsung. Faktor langsung tersebut adalah penyakit infeksi, jumlah asupan makanan dan kadar gizi yang terkandung pada makanan, sedangkan faktor tidak langsungnya adalah daya beli masyarakat, tingkat pendidikan, kondisi lingkungan dan pelayanan kesehatan. Melihat faktor penyebab terjadinya gizi buruk ini, menarik untuk diteliti faktor-faktor yang mempengaruhi gizi buruk khususnya di Kota Bengkulu. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk megkaji faktor apa saja yang mempengaruhi gizi buruk di Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan data primer yang respondennya adalah ibu balita yang menderita gizi buruk dan gizi baik, dengan menggunakan metode kuesioner terstruktur dan observasi. Analisis yang digunakan yaitu analisis diskriptif, analisis asosiatif dan regresi berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua variabel independen mempengaruhi status gizi balita. Varibel-variabel yang secara signifikan mempengaruhi status gizi buruk adalah pendidikan dan pekerjaan ibu; status penyakit; status kepemilikan rumah dan bahan tahan lama; pengeluaran pangan dan non pangan. Hasil ini dapat dijadikan dasar bagi Pemerintah Daerah Kota Bengkulu untuk membenahi sektor-sektor yang berhubungan dengan kesehatan, pendidikan, dan perekonomian dalam rangka penyediaan pangan dalam rumah tangga.

The depletion of protein energy which is called bad nutrient become an important issue not only in Indonesia but also in worldwide. Starvation cases wich attack below-five age children achieves 8 percent. This condition is need to be seriously tackled, both by government and the related institutions. The high morbidity and starvation rates experienced by below-five age children currently will affect the quality of teenagers, parents-to-be, and human resources in 1-20 years time. Bad nutrient condition can be influenced by several factors directly or indirectly. The direct factors could be infection desease, food intake, and nutrient content of the food, whereas the indirect factors could be community purchasing power, level of education, environment condition, and health service. Based on above argument, it is important to envistigate causal factors of bad nutrient, especially in Bengkulu city. Aim of this study is to analyze what are the causal factors of bad nutrient in Bengkulu city. Respondent of this study is mother of the below-five age children both which in good and bad nutrient. Technique of analysis used are descriptive, assosiative, and multiple regression analysis. The results show that not all independent variables affect nutrient status of the children. Variables which significantly influence nutrient status are educational level and occupation of the mother; morbidity status; ownership status of housing and durable goods; food and non food expenditure. This result can be used by the Government of Bengkulu City in revising sectors related to health, education, and economy for providing food in the household.

Kata Kunci : Gizi Buruk,Balita


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.