Peranan kelembagaan terhadap organisasi penyuluh dan petani :: Studi kasus pada BPP Kecamatan Jalancagak dan BPP Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat
ANDRIANY, Winny, Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc
2007 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini membahas peranan kelembagaan terhadap organisasi penyuluh dan petani yang dilihat dari kinerja penyuluh pertanian di BPP Kecamatan Jalancagak dan BPP Kecamatan Sagalaherang. Ada 3 (tiga) varibel indikator kinerja penyuluh yang digunakan, yaitu: (1) kemampuan penyuluh; (2) partisipasi petani; dan (3) produktivitas petani. Sejauh mana variabel tersebut bekerja pada kinerja penyuluh pertanian diukur dengan koefisien korelasinya. Semakin tinggi korelasi maka akan semakin tinggi pengaruhnya terhadap kinerja penyuluh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPP Kecamatan Jalancagak yang merupakan BPP Model di Kabupaten Subang memiliki kinerja penyuluh lebih baik dibandingkan BPP Kecamatan Sagalaherang. Ini dilihat dari hasil jawaban kuesioner responden dan hasil deskriptif statistik. Hal ini menunjukkan BPP Kecamatan Jalancagak pantas dijadikan BPP Model dengan kinerja penyuluhnya yang baik dan berperan terhadap kelembagaannya. Peranan kelembagaan penyuluh dapat dilihat dari hasil kinerja penyuluh pertanian di lapangan terhadap petani dan aspek kelembagaan pada peranan kelembagaan penyuluh. Diharapkan agar penelitian ini dapat digunakan sebagai panduan awal bagi peningkatan kinerja penyuluh di BPP Kecamatan Jalancagak dan BPP Kecamatan Sagalaherang di masa yang akan datang.
This research analyse the role of institution to the farmer to extention agent and the farmers by the performance of the agriculture extention agent at the BPP Jalancagak Disrict and BPP Sagalaherang District. There are 3 extention agent perfomance variables use in this research, which are (1) extention agent capability; (2) farmers partipation; and (3) farmers productivity. How far that variables work to the agriculture extention agent measure by the partials coeficient. The higher corelations the higher influence to the extention agent performance. The result shows that BPP Jalancagak District which is the BPP model in Subang Region has a better extention agent performance compare to BPP Sagalaherang District. This is shows by the respondent answer in the questioner and the statistic descriptive result, which shows that BPP Jalancagak District desert to be the BPP model with the better extention agent and run a rolle in institution. The rolle of exention agent institution can be shown by the agriculture extentions agent performance in the field to the farmers and instituional aspect has effect to the extention agent institution rolle. Hoppefully this research can be use as a preliminary guidance to increase the extention agent performance in BPP Jalancagak District and BPP Sagalaherang District in the future.
Kata Kunci : Kinerja Organisasi,Peran Institusi,Balai Penyuluh Pertanian,Institution rolle, extention agent performance, extention agent performance indicator variable