Analisis Gross Income Multiplier (GIM) pada hutan produksi di Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2007
TRIKORA, Bambang Djatmiko, Wakhid S. Ciptono, MBA.,MPM
2007 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanHutan merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki nilai ekonomi tinggi yang mempunyai peranan strategis bagi pembangunan perekonomian di Indonesia. Agar nilai ekonomis hutan dapat dimanfaatkan dengan maksimal diperlukan pemahaman dan kesadaran dari semua pihak untuk memanfaatkan dan mengelola hutan. Untuk kepentingan tersebut diperlukan pengetahuan tentang nilai aset hutan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menganalisis angka pengganda pendapatan kotor (Gross Income Multiplier) rata-rata yang digunakan untuk mengestimasi nilai pasar aset hutan produksi di Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2007. Dengan diketahuinya nilai GIM rata-rata diharapkan dapat membantu pemerintah daerah untuk menentukan arah kebijakan dalam pengelolaan aset hutan produksi di wilayahnya, dan sebagai informasi bagi semua pihak yang akan menanamkan investasi di sektor kehutanan. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan hak pengusahaan hutan (HPH) yang memanfaatkan hutan produksi berdasarkan ijin konsesi untuk memperoleh manfaat ekonomi dengan cara memanfaatkan hasil hutan berupa kayu bulat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data produksi hasil hutan, data keuangan perusahaan HPH, dan data nilai jual obyek pajak dari 5 perusahaan HPH selama tahun 2002-2006. Data penunjang lainnya diantaranya data luas kawasan hutan, data penerimaan pemerintah dan kontribusi sektor kehutanan diperoleh dari Kantor Dinas Instansi terkait di Kabupaten Kotawaringin Barat. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Gross Income Multiplier (GIM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata GIM hutan produksi di Kotawaringin Barat sebesar 5,0858. Nilai GIM tertinggi adalah 14,8437 diperoleh pada areal perusahaan HPH C tahun 2003, dan GIM terendah 1,1465 diperoleh perusahaan HPH D pada tahun 2006. Nilai GIM dapat digunakan untuk mengestimasi nilai pasar suatu properti dalam hal ini hutan produksi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat.
Forest is one of natural sources which has a high economic value that has a strategic role for economic development in Indonesia. In order that a forfest economical value can be maximal used, it is needed the understanding and conciousness from every party to use and to manage a forest for those considerations we need a forest asset value knowledge. The goal achievement from this observation is to analize average gross income multiplier used to estimate production forest asset market value in Kotawaringin Barat Regency at 2007. By knowing the GIM rate value hopefully we can help the district goverment to determine the regulation direction in managing production forest asset in their area and as an information for every party who will invest in forestry sector. This observation was done in the right to exploite the forest (HPH) wich used production forest based on concession permit to get economic profit by using forest output that is log. The data used in this observation are a secondary data that is production forest, financial, and NJOP from 5 the right to exploite the forest (HPH) during year 2002-2006. Other suporting data such as forest area wide, forest royalty and reforestation fund are recieved from the related agency office in Kotawaringin Barat Regency. Analysis tool used in this observation is gross income multiplier (GIM). The result of the observation shows that the GIM rate of production forest in Kotawaringin Barat is 5.0858. The highest GIM is 14.8437 is recieved in HPH C area at 2003 and the lowest GIM 1.1465 is recieved in HPH D area at 2006. GIM value can be used to estimated the market value of property, in this case is production forest in Kotawaringin Barat Regency.
Kata Kunci : Gross Income Multiplier,Nilai Sewa Hutan, production forest; GIM; asset value