Laporkan Masalah

Valuasi ekonomi untuk alternatif penetapan model pengelolaan sumber daya hutan Mangrove di Sinjai Timur Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan

SAPRUDIN, Soetatwo Hadiwigeno, Ph.D

2007 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi, potensi, macam pemanfaatan dan nilai total ekonomi hutan mangrove serta mendapatkan model pengelolaan sumber daya hutan mangrove yang sesuai wilayah pesisir Sinjai Timur Kabupaten Sinjai. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi pengukuran potensi hutan pada 4 strata umur tegakan dan survey wawancara kepada 30 responden yang melakukan pemanfaatan fungsi hutan mangrove dan pengumpulan informasi data penunjang dari intansi terkait. Alat analisis yang digunakan adalah distribusi frekuensi dan nilai total ekonomi manfaat nilai guna hutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumberdaya hutan mangrove di Pesisir Sinjai Timur seluas 960 ha atau 70% dari luas total hutan mangrove Kabupaten Sinjai, terdiri dari 4 strata umur dengan potensi tegakan rata-rata 8.025 pohon/ha dan volume 257,48 m3/ha. Jenis pemanfaatan dan nilai ekonomi guna langsung fungsi hutan mangrove sebagai penghasil kayu, buah, dan daun bakau sebesar Rp11,61 juta/ha/th, pemanfaat ekonomi nilai guna tidak langsung sebagai daerah mencari makanan dan daerah pemijahan bagi biota laut, sebagai habitat satwa liar dan sebagai pencegah abrasi dan intrusi sebesar Rp167,30 juta/ha/th sehingga nilai total ekonomi sumberdaya hutan mangrove mencapai Rp178,91 juta/ha/th. Konsep model pengelolaan Kawasan Pemanfaatan Terkendali (KPTi) merupakan alternatif model pengelolaan yang sesuai untuk diterapkan dalam mengelola sumber daya hutan mangrove di Kabupaten Sinjai.

economic value of mangrove forest and to find the an appropriate models in order to managed the mangrove forest as a resources base on the East Sinjai coastal in Sinjai Regenciy. The data used in this research are base on the primer and secondary data which collect throught forest potency measurement observation on 4 stand age strata and interview survey of 30 respondents who exploited mangrove forest and collected supporting data from connected institutions. In order to run Analysis, the tool which had been used are frequency distribution and total economics value of forest usage value benefit. Result of this research shows that mangrove resources on East Sinjai coastal are 960 acre or 70% of total mangrove area in Sinjai Regency, , consist of 4 age strata with average stand potency of 8.025 trees/acre and 257,48 m3/acre of volume. The exploiting type and direct usage economic value function of mangrove forest are as wood producer , fruit and mangrove leaf equal to Rp11,61 millions/acre/year, while indirect usage value as the food seeking and spawn area for sea biota, as an habitat for wild animal, as an abrasion and instrusion equal to Rp167,30 millions/acre/year so the economic total value of mangrove forest resources up to Rp178,91 milions/acre/year. The model concept to manage the Kawasan Pemanfaatan Terkendali ( KPTi) is an alternative of management model appropriate to be applied in order to managing mangrove forest resources potency in Sinjai Regenciy.

Kata Kunci : Valuasi Ekonomi,Sumberdaya Kehutanan,Hutan Mangrove, economic valuation, management model, mangrove forest resources


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.