Laporkan Masalah

Analisis SIG dan estimasi potensi penerimaan Pajak Bumi dan bangunan pasca gempa bumi di Kabupaten Klaten Propinsi Jawa Tengah tahun 2006

UTOMO, EF. Budi, Prof. Nopirin, Ph.D

2007 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Gempa Bumi tanggal 27 Mei 2006 telah menyebabkan kerusakan parah khususnya sektor perumahan di Kabupaten Klaten. Pola kerusakan secara geografis terpusat di wilayah Kabupaten Klaten bagian selatan. Kerusakan gempa ini menyebabkan penerimaan PBB Kabupaten Klaten tahun 2006 turun dratis. Karena itulah penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pola keruangan penerimaan PBB pasca gempa bumi, menganalisis faktor faktor yang mempengaruhi penerimaan PBB pasca gempa bumi serta melakukan estimasi penerimaan PBB pasca gempa bumi. Variabel terikat yang diukur pada penelitian ini adalah penerimaan PBB, sedangkan variabel bebasnya terdiri dari jumlah obyek pajak, NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak), Tingkat kerusakkan gempa (jumlah rumah yang roboh dan rusak berat) dan jarak dari pusat gempa. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder berupa penerimaan PBB, pokok ketetapan PBB dari KP PBB Klaten tahun 2006. Alat analisis yang digunakan meliputi analisis Sistem Informasi Geografi (SIG), analisis regresi dan analisis potensi penerimaan PBB metode faktorial. Analisis SIG untuk mendapatkan gambaran persebaran besarnya penerimaan dan rasio penerimaan PBB masing masing kecamatan di Kabupaten Klaten. Analisis regresi digunakan untuk mengetahui hubungan penerimaan PBB dengan NJOP, jumlah obyek pajak, jumlah rumah roboh dan rusak berat dan jarak dari pusat gempa. Analisis potensi penerimaan PBB metode faktorial digunakan untuk melakukan proyeksi penerimaan PBB tahun 2007 dan 2008. Dengan analisis spasial menggunakan SIG, penelitian ini menemukan bahwa tingkat penerimaan PBB berbanding terbalik dengan tingkat kerusakkan gempa.Wilayah Klaten bagian utara dengan tingkat kerusakan gempa yang relatif lebih kecil menunjukkan tingkat penerimaan PBB yang relatif lebih besar dibandingkan wilayah bagian selatan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel yang mempengaruhi penerimaan PBB pasca gempa bumi adalah tingkat kerusakkan gempa, jumlah obyek pajak dan NJOP. Hasil analisis spasial dan regresi saling mendukung untuk menjelaskan pengaruh tingkat kerusakan gempa terhadap penerimaan PBB. Hasil proyeksi penerimaan PBB menunjukkan bahwa pada tahun 2007 diperkirakan penerimaan PBB tahun pokok 2007 sebesar Rp7.325.285.687,-. Naik sekitar 100% dibandingkan tahun 2006. Hasil proyeksi penerimaan PBB tahun 2008 sebesar Rp8.522.117.484,-.

The May 27, 2006 Earthquake disaster struck Yogyakarta and Central Java, especially Klaten District had the largest number of houses destroyed. The geographicly pattern of damage ditribution was concentrated in south area of Klaten District, causing drastic decline of Property tax revenue. This research was conducted to analyze property tax revenue spatial pattern and the factors that influence property tax revenue,also to estimate the property tax revenue post earthquake disaster. Dependent variable which measured at this research is property tax revenue and independent variables are number of property tax object, number of housing damage and destroyed, distance from epicenter and NJOP PBB. Secondary data such as property tax revenue and property tax burden were used in this study. Afterwards, Geographic Information System analysis was applied to describe spatially geographic ditribution of property tax revenue and ratio property tax revenue. The correlation between property tax revenue against number of property tax object, property tax burden, number of housing damage and destroyed and distance was analyze using multiple regression and factorial method was used to project the property tax potential revenue in year 2007 and 2008. The spatial analysis using GIS discovered that the ratio of property tax revenue in south area of Klaten District is lower than north area of Klaten District, reflected by the number of housing damage. Regression analysis result showed that number of property tax object, number of housing damage and destroyed, and NJOP PBB were significantly influenced property tax revenue. The result of spatial and regresi analysis are supporting each other to explain the earthquake influence the property tax revenue. The factorial method resulted the projection of property tax potential revenue in year 2007 was Rp7.325.285.687,- and Rp8.522.117.484,- for 2008.

Kata Kunci : Pajak Bumi dan Bangunan,NJOP,Gempa Bumi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.