Analisis spasial sebaran nilai tanah di Kecamatan Depok Kabupaten Sleman tahun 2006
PRIBADI, Yanuar, Prof. Nopirin, Ph.D
2007 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanTanah erat sekali hubungannya dengan kehidupan manusia. Dalam melakukan aktivitasnya, manusia tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan akan tanah sebagai wadah yang menampung segala aktivitas tersebut. Tanah mempunyai karakteristik unique location dan immobile sehingga tiap bidang tanah mempunyai keunikan yang tidak dapat diduplikasi bidang yang lain. Akibat adanya karakteristik ini maka nilai tanah akan sangat bervariasi untuk tiap daerah. Ketertarikan terhadap suatu lokasi dipengaruhi oleh karakteristik yang dimiliki, terutama karakteristik lokasi. Penelitian ini menganalisis pemanfaatan visualisasi sebaran nilai tanah dan mengidentifikasi karakteristik wilayah yang mempengaruhi pola sebaran nilai tanah karena adanya autokorelasi spasial antarnilai tanah di Kecamatan Depok. Visualisasi nilai tanah dengan metoda interpolasi spasial IDW sebaran nilai tanah menghasilkan informasi awal karakteristik wilayah yang mempengaruhi nilai tanah serta tinggi rendahnya nilai tanah di suatu lokasi. Di Kecamatan Depok nilai tanah di suatu lokasi dipengaruhi oleh nilai tanah di lokasi lain yang saling berdekatan dengan bentuk pola kluster. Berdasarkan uji likelihood, AIC dan SC menunjukkan bahwa spatial error model lebih tepat digunakan untuk mengestimasi nilai tanah. Pola sebaran nilai tanah dipengaruhi oleh kedekatan dengan perguruan tinggi, jalan utama dan pusat kegiatan ekonomi. Perguruan tinggi di Kecamatan Depok mempunyai pengaruh yang kuat terhadap pola sebaran nilai tanah, yaitu kenaikan sebesar 0,17% untuk setiap 1% jarak lokasi tanah semakin mendekati perguruan tinggi.
Land has a close relationship with human life. In doing their activities, human can’t be separated with the need of land where the activities take place. Land has two main characteristics, unique location and immobile, so that every land parcel has a uniqueness that can’t be duplicated by other parcels. The result from these two characteristics is the wide variation in land value for every region. Interest at a location is effected by the characteristics of that location. This research analyze the use of a land value distribution map and identified location characteristics that influence the pattern of land value distribution because of the presence of spatial autocorrelation among land values in Depok regency. Land value visualization with IDW method gave preliminary information about location characteristics that affect land value and the variation of land value in those locations. It was found that land value in a location was affected by land value in neighboring area, and the interaction form a cluster pattern. The likelihood test, AIC and SC, showed that the spatial error model was more appropriate to be used in estimating land value. The distribution of land value was affected by the proximity to universities, distance to main road, and distance to center of economic activities. Universities in Depok regency had a strong influence to land value distribution, which gave 0.17% raise in land value for every 1% distance decay to universities.
Kata Kunci : Nilai Tanah,Analisis Spasial, land value, interpolasi, spatial autocorrelation, spatial error model