Laporkan Masalah

Analisis wilayah cakupan pusat perbelanjaan di Kota Semarang

WIDAWATI, Sri, Lincolin Arsyad, Ph.D

2007 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Analisis wilayah cakupan terhadap pusat perbelanjaan di Kota Semarang ini, dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat persaingan antarpusat perbelanjaan dan nilai potensial dari suatu pusat perbelanjaan melalui model probabilitas yang dikembangkan oleh Huff. Objek dari penelitian ini adalah tujuh pusat perbelanjaan dan mall yang ada di Kota Semarang. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah sampel bertujuan dan melalui wawancara terhadap 280 responden untuk memperoleh data primer dan riset perpustakaan untuk mendapatkan data sekunder. Model analisis yang digunakan dalam penelitian terdiri dari dua model. Model pertama adalah model probabilitas Huff yang digunakan untuk mengukur probabilitas kunjungan masing-masing pusat perbelanjaan sehingga diketahui tingkat persaingan antarpusat perbelanjaan. Model kedua adalah model penilaian dengan menggunakan pendekatan pendapatan untuk menghitung nilai potensial pusat perbelanjaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum munculnya tiga pusat perbelanjaan baru, probabilitas kunjungan dan nilai potensial tertinggi adalah Mall Ciputra dengan probabilitas kunjungan sebesar 32,27%. Probabilitas kunjungan dan nilai potensi terendah adalah pusat perbelanjaan ADA-Siliwangi dengan probabilitas kunjungan sebesar 20,63%. Setelah tiga pusat perbelanjaan baru beroperasi maka probabilitas kunjungan dan nilai potensi tertinggi adalah Java Supermal dengan probabilitas kunjungan sebesar 21,73%. Probabilitas kunjungan dan nilai potential terendah adalah pusat perbelanjaan ADA-Siliwangi dengan probabilitas kunjungan sebesar 12%.

Catchment area analysis (trade area analysis) of shopping centre in Semarang, conducted to identify the competition level between shopping centre and potential value of shopping centre through Huff’s probabilistics model. The objects of this research are seven shopping centres and mall located at Semarang. The technique used for collecting data is purposive sampling based on interview of 280 respondent to obtain the primary data and research literature to obtain the secondary data. The model analysis used in this research are consist of two models. First model is Huff’s probabilistic model used to measure the probability visit of each shopping centres so it can be known the competition level between the shopping centres. The second model is assessment model by using income approach to identify the potential value of shopping centres. The result of this research shows that before three shopping centers being operated the highest probability and potential value is Mall Ciputra with visitation probability 32.27%. While the lowest probability and potential value is ADASiliwangi with visitation probability 20.63%. After three shopping centers being operated the highest probability and potential value is Java Supermall with visitation probability 21.73%. While the lowest probability and potential value is ADASiliwangi with visitation probability 12%.

Kata Kunci : Pusat Perbelanjaan,Kawasan Perdagangan,Catchment area, shopping center, Huff’s model, potential value


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.