Laporkan Masalah

Peran Komunitas Intelijen Daerah (KOMINDA) dalam mengatasi konflik di Propinsi Sumatera Barat

DSEM, Etris, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati

2007 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi berbagai konflik yang mungkin akan terjadi di daerah adalah dengan melakukan deteksi dan identifikasi secara dini oleh instansi yang berwenang. Namun didalam melaksanakannya, instansi yang berwenang mengalami berbagai hambatan seperti keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut adalah dengan menjalin koordinasi yang baik dengan semua instansi yang terkait. Salah satu wadah koordinasi yang dibentuk adalah Kominda. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dalam rangka untuk mengetahui peran Kominda dalam mencegah dan mengatasi konflik di Propinsi Sumatera Barat. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode ini digunakan untuk menggambarkan keadaan subjek/objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya (fact finding). Sedangkan didalam pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa Kominda memiliki peran yaitu pertama, Kominda sebagai salah satu institusi yang dapat membantu mencegah dan mengatasi konflik di daerah. Didalam menjalan melakukan peran ini maka Kominda cukup membantu institusi intelijen dan Pemerintah Propinsi Sumatera Barat. Kedua, Kominda berperan mengkoordinasikan semua kegiatan instansi vertikal dalam mencegah dan mengatasi konflik di daerah. Dalam menjalankan peran ini maka Kominda belum dapat melaksanakannya dengan baik. Ketiga, memberikan rekomendasi kepada Gubernur dalam menentukan kebijakan untuk mencegah dan mengatasi konflik di Propinsi Sumatera Barat. Dalam menjalankan peran ini Kominda belum melaksanakannya secara optimal. Sedangkan faktor yang mempengaruhi Komida adalah yang Peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang keberadaan institusi Kominda yang tidak mengatur dengan jelas kewenangan dan pembagian tugas dalam institusi ini sehingga kesulitan dalam mengorganisir kegiatan yang dilakukan oleh setiap anggota Kominda. Manajemen institusi yang belum baik terutama sistem koordinasi dan komunikasi yang dikembangkan dalam Kominda. Kepemimpinan yang ada dalam Kominda saat ini cukup baik. Sumber daya manusia yang menjadi anggota Kominda baik dari segi kualitas maupun kuantitas cukup memadai. Ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan tugas Kominda baik dari segi kuantitas maupun kualitas belum tersedia. Dukungan anggaran yang masih lemah dari pemerintah daerah. Dari hasil evaluasi terhadap keberadaan Kominda tumpang tindih dengan keberadaan BIN. Selain itu istilah Komunitas Intelijen Daerah juga akan menimbulkan pemahaman yang lain dari masyarakat yang sejak era reformasi sangat sensintif terhadap organisasi intelijen. Saran yang ditawarkan adalah melakukan peninjauan kembali keberadaan Kominda dan diubah menjadi Forum Komunikasi Informasi Strategis Daerah (Forkisda). Melakukan upaya-upaya meningkatkan kerjasama dan koordinasi diantara organisasi intelijen di daerah. Pemerintah Propinsi Sumatera Barat mengalokasikan anggaran dan sarana dan prasarana yang memadai bagi institusi tersebut.

One of efforts can be implemented to prevent and solve conflicts emerged in regional level is early detection and identification by the authorized organization. In fact, the authorized organization faced many obstacles such as lack of human resource. One of solutions can be practiced is create a good coordination with all instances related. One of coordinating media created is Kominda. Thus, this study purposed to observe the contributions of Kominda in preventing and solving the conflict in West Sumatera Province. The method used in this study is qualitatively descriptive method. This method functioned to describe conditions of subject/object of the study based on facts founded or the real situation (fact finding). Besides that, the data collecting performed using observational techniques, interview, and documentation. The result shows that Kominda has several contributions; first, Kominda is one institution that helps in preventing and solving conflicts in the regional level. In performing this role, Kominda gave a potential contribution to the intelligent institution and government of West Sumatera Province. Second, Kominda contributed in coordinating all vertical activities of institution in order to prevent and solve the conflicts in regional level. In performing this role, Kominda still can not handle it in a good manner. Third, give recommendation to the Governor in deciding policies in order to prevent and solve conflicts in West Sumatera Province. Related to this, Kominda still can not optimally perform this role. Besides that, factors that influence Kominda are regulation stipulating on the existence of Kominda institution which not explicitly describe about the authority and job distribution of the institution, thus causes problems in organizing activities practiced by each members of Kominda. Institutional managements which not optimally handled especially are coordinating system and communication of Kominda. Leadership in Kominda recently is good. Human resource of Kominda members both in quality and quantity actually is good. The availability of facility and infrastructure supporting the performance of Kominda both in quality and quantity are not provided yet. There is still lack on supporting budget from the regional government. From the evaluation to the existence of Kominda, it founds that Kominda is collides with BIN. Besides that, the term of Regional Intelligent Community will also raise a different understanding from public who since reformation era are sensitive to the intelligent organization. The suggestions offered are re-reviewing the existence of Kominda and convert it into Regional Forum of Strategic Communication and Information (Forkisda); practices several efforts in developing collaboration and coordination among the regional intelligent organizations. The government of West Sumatera Province allocates budget, facility and infrastructure supporting the institutions.

Kata Kunci : Konflik,Organisasi Intelijen,Peran Kominda


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.